Malangpariwara.com – Universitas Negeri Malang (UM) memperingati Dies Natalis ke-72 dengan menggelar jalan sehat pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, membangun budaya hidup sehat, dan meneguhkan komitmen keberlanjutan institusi.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, menekankan bahwa kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang kuat. Menurutnya, kesehatan jasmani dan pikiran berpengaruh terhadap kualitas tata kelola kampus, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Pesan tersebut relevan di tengah meningkatnya persoalan kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup dan kurangnya aktivitas fisik. Melalui jalan sehat, UM mendorong keluarga besar kampus untuk menjadikan hidup sehat sebagai kebiasaan, bukan sekadar aktivitas seremonial dalam perayaan tahunan.
Jalan sehat, lebih dari sekadar perayaan
Rangkaian Dies Natalis ke-72 menjadi ruang pertemuan bagi sivitas akademika, keluarga besar UM, mitra, dan masyarakat umum. Jalan sehat diharapkan mempererat hubungan sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
UM menargetkan partisipasi pindah faskes FKTP 1 Klinik UM dalam skala besar, yakni lebih dari 10.000 hingga 25.000 peserta dari keluarga besar kampus dan masyarakat.

Target tersebut mencerminkan keinginan UM agar perayaan dies natalis tidak berhenti sebagai agenda internal, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Bagi perguruan tinggi, membangun budaya sehat membutuhkan lebih dari sekadar imbauan. Konsistensi aktivitas fisik, dukungan layanan kesehatan, serta lingkungan yang mendorong pola hidup sehat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Perkuat akses layanan kesehatan
Komitmen terhadap kesehatan juga diwujudkan melalui kerja sama UM dengan BPJS dalam mendukung pelayanan kesehatan, termasuk layanan klinik dan rawat inap, sebagaimana disampaikan dalam wawancara Rektor UM.
Kemudahan administrasi layanan kesehatan secara daring turut menjadi perhatian, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan, akses layanan yang lebih mudah diharapkan membantu mahasiswa memperoleh penanganan tanpa harus menunggu kedatangan keluarga.
Langkah ini penting karena kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Mobilitas, aktivitas organisasi, hingga kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar. Namun, kemudahan layanan perlu berjalan seiring dengan pemahaman prosedur, kepesertaan aktif, dan kesiapan fasilitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa maupun keluarga besar UM.
Rektor tekankan keberlanjutan institusi
Selain kesehatan, pesan penting dalam Dies Natalis ke-72 UM adalah bagaimana membangun institusi secara berkelanjutan. Rektor Hariyono menekankan pentingnya membantu institusi, bukan semata-mata berorientasi pada kepentingan perorangan.
Prinsip tersebut menempatkan kepentingan bersama sebagai pijakan. Dukungan dari mitra maupun berbagai pihak diharapkan dapat dikelola secara bertanggung jawab sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan oleh keluarga besar UM dan masyarakat.
Pandangan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari kemeriahan acara atau besarnya partisipasi. Keberlanjutan menuntut tata kelola yang sehat, kolaborasi yang tepat, serta kemampuan institusi menjaga kepercayaan publik.
Hadiah yang disediakan dalam kegiatan jalan sehat menjadi bagian dari apresiasi terhadap partisipasi mitra dan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa perayaan dies natalis juga dapat menjadi sarana memperkuat jejaring dan kebersamaan.
Momentum memperkuat arah UM
Memasuki usia ke-72, UM memiliki momentum untuk menerjemahkan semangat dies natalis ke dalam agenda yang berkelanjutan. Budaya hidup sehat, peningkatan akses layanan kesehatan, dan tata kelola yang mengutamakan kepentingan institusi merupakan sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat.
Jalan sehat pada Minggu (11/10/2026) menjadi simbol gerak bersama tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan semangat kebersamaan tidak berhenti setelah kegiatan usai, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan dan program yang memberikan dampak nyata.
Pada akhirnya, makna Dies Natalis ke-72 UM bukan hanya bertambahnya usia perguruan tinggi, tetapi juga sejauh mana institusi mampu menjaga kesehatan warganya, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan membangun keberlanjutan untuk masa depan.(Djoko W)









