Malangpariwara.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) membekali 30 santri Panti Asuhan Darul Jundi Malang dengan keterampilan produksi konten digital. Pelatihan ini diarahkan untuk mengubah santri dari sekadar pengguna media sosial menjadi kreator konten edukatif sekaligus memperkuat promosi dan penggalangan donasi panti.
Kegiatan yang digelar pada 25 Juli 2026 di Panti Asuhan Darul Jundi cabang 2, Madyopuro, tersebut mencakup penyusunan naskah, teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga strategi branding dan penggalangan dana digital.
Sebelum pelatihan, tim melakukan koordinasi dan observasi untuk memetakan kebutuhan mitra. Materi kemudian dirancang agar santri mampu memproduksi konten secara mandiri menggunakan smartphone.
Para peserta juga mempraktikkan pembuatan video pendek bertema edukasi dan nilai-nilai Islami. Mereka belajar mengatur pencahayaan, mengambil gambar, serta mengedit video menggunakan aplikasi CapCut dan InShot.
Salah satu peserta, Pukau (19), mengaku pelatihan tersebut membuka pemahaman baru tentang pemanfaatan media sosial.
“Sebelumnya kami hanya sering menonton TikTok, tapi sekarang kami diajari cara membuat konten sendiri. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Galuh Kartiko, SH., M.Hum., mengatakan pelatihan tidak berhenti pada penguasaan teori. Pendampingan praktik diberikan agar santri memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kami ingin mereka tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga terampil dalam praktik,” jelasnya.
Selain keterampilan produksi, tim juga membekali santri dengan strategi digital branding dan fundraising. Materi meliputi penggunaan tagar, penulisan caption, serta teknik bercerita untuk menyampaikan perkembangan pendidikan dan aktivitas panti secara menarik kepada masyarakat dan calon donatur.
Tim bersama pengurus panti turut menyusun peta jalan keberlanjutan tim konten digital, termasuk standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan media sosial. Pedoman tersebut mencakup penjadwalan publikasi, evaluasi performa konten, dan etika bermedia sosial sesuai nilai kepesantrenan.
Anggota tim pengabdian, Yasin Nur Rohim, S.E., M.M., berharap media sosial seperti TikTok dan YouTube Shorts dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan informasi panti sekaligus membangun kepercayaan publik melalui kisah dan perkembangan pendidikan para santri.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim juga menyediakan sarana produksi berupa tripod, ring light, dan mikrofon. Fasilitas tersebut diharapkan membantu santri menghasilkan konten yang lebih baik dan konsisten.
Ke depan, tim Polinema akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap konsistensi publikasi, interaksi audiens, serta efektivitas strategi penggalangan dana digital.
Melalui program ini, santri tidak hanya diarahkan menjadi pengguna media sosial yang lebih produktif, tetapi juga diharapkan mampu mengelola komunikasi digital panti secara mandiri untuk memperluas dukungan masyarakat.( Djoko W)






