Mahasiswa PPG UMM Sulap Wortel Afkir Pujon Jadi Permen Jelly dan Skincare

Malangpariwara.com – Wortel afkir yang selama ini berpotensi terbuang saat panen raya di Pujon, Kabupaten Malang, diolah mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pelatihan di Desa Wiyurejo, Minggu (13/9/2026), mahasiswa memperkenalkan inovasi permen jelly berbahan wortel dan minyak perawatan kulit untuk membuka peluang usaha baru bagi warga.

Program Projek Kepemimpinan yang diketuai Ivone Yuliantina ini menyasar persoalan rendahnya harga jual saat panen melimpah serta wortel sortiran yang ditolak pasar karena ukuran, bentuk, atau kondisi fisiknya.

Carolive minyak perawatan kulit dan rambut yang memadukan ekstrak wortel dengan minyak zaitun.(Ist)

Dalam pelatihan tersebut, warga, terutama ibu-ibu PKK dan kelompok tani, diajak membuat dua produk inovatif. Veggy Gummy merupakan permen jelly berbahan sari wortel, sedangkan Carolive adalah minyak perawatan kulit dan rambut yang memadukan ekstrak wortel dengan minyak zaitun.

“Tujuan utama kami adalah mentransformasi wortel sortiran yang semula tidak bernilai pasar menjadi produk inovatif dengan daya jual tinggi,” ujar Ivone. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi kerugian petani sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Tak hanya mengejar nilai tambah ekonomi, mahasiswa UMM juga menerapkan prinsip zero waste. Ampas sisa pengolahan wortel dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan budidaya maggot milik warga. Dengan demikian, limbah produksi tetap memiliki nilai guna.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd., berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.

Ia mendorong warga mengelola produk secara konsisten hingga tumbuh menjadi UMKM desa yang mandiri dan mampu bersaing melalui pemasaran digital.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa PPG UMM berupaya mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pujon.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *