Kopmen SBW Malang Gelar Doa Lintas Agama, Serukan Kepedulian terhadap Alam

Malangpariwara.com – Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang menggelar doa bersama lintas agama dan penghayat kepercayaan di Gedung SBW Malang.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi untuk membangun kesadaran moral dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memohon keselamatan dan turunnya hujan.

Doa bersama tersebut diikuti jajaran pengurus, pengawas, karyawan, serta perwakilan ketua kelompok Kopmen SBW Malang. Hadir pula tokoh dan pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Acara diawali dengan pembacaan puisi Bumi yang Dahaga karya Laili Fitria dari Kelompok 340. Suasana kemudian diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza dan lantunan lagu balada karya Ebiet G. Ade.

Sambutan Ketua Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.(Djoko W)

Suasana haru terasa ketika Ketua Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menyampaikan sambutan. Ia mengaku tersentuh oleh pesan puisi yang menggambarkan kondisi bumi yang semakin membutuhkan kepedulian manusia.

“Hati saya habis mendengar puisi tadi. Pikiran dan hati kita seperti tercabik-cabik. Kita selalu memanfaatkan bumi hanya untuk kepentingan kita sendiri, tetapi tidak pernah merawatnya dengan tulus dan ikhlas. Bumi menangis, alam berteriak,” ungkap Sri Untari.

Ketua Dekopinwil Jawa Timur itu kemudian mengingatkan filosofi leluhur Jawa tentang hubungan erat antara manusia dan alam semesta. Menurutnya, bumi dan langit merupakan bagian penting dari kehidupan yang harus dihormati dan dijaga keseimbangannya.

Bumi menyediakan pangan, air untuk kebutuhan hidup, serta udara untuk bernapas. Karena itu, manusia tidak seharusnya hanya mengambil manfaat dari alam tanpa berupaya menjaga kelestariannya.

“Bumi kuwi urip, langit iku urip. Dari bumi apa yang keluar kita makan, airnya kita minum, dan udara langit kita hirup. Jangan lagi menganggap bumi hanya bertugas melayani kita tanpa kita mengembalikan keharmonisannya,” tuturnya.

Sri Untari juga mengajak seluruh keluarga besar SBW mengikuti doa bersama dengan khusyuk. Ia meminta peserta meletakkan gawai dan tidak sibuk memotret atau merekam kegiatan agar dapat memusatkan perhatian pada tujuan utama acara.

“Tolong gawai diletakkan. Jangan ada yang sibuk memotret atau merekam video, biarkan petugas yang bekerja. Niat kita di sini murni untuk berdoa dengan hati yang ikhlas, bukan untuk konten,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Sri Untari menyampaikan empat harapan yang mendasari kegiatan tersebut.

Pertama, membangkitkan kesadaran moral manusia untuk menjalankan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam semesta.

Kedua, memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga besar SBW, mulai dari anggota, karyawan, pengurus, dan pengawas hingga keluarga mereka.

Ketiga, memohon kekuatan batin, keteguhan hati, serta kelapangan rezeki dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Keempat, memohon turunnya hujan untuk memulihkan mata air, membantu memadamkan titik-titik api, serta mengembalikan harapan para petani agar dapat kembali bercocok tanam.

Ia berharap doa lintas agama ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritual. Melalui doa bersama, seluruh peserta diajak membangun ketulusan, kepedulian, dan harapan demi keselamatan bersama.

“Kita memohon dengan penuh keikhlasan kepada para tokoh agama untuk melambungkan doa ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Semoga pintu rahmat dan pintu rezeki dibuka lebar, bala dan bencana dijauhkan, serta hujan segera turun membawa berkah bagi kita semua,” pungkasnya.

Doa bersama ditutup dengan seruan amin secara serentak oleh seluruh peserta. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam sekaligus memperkuat solidaritas lintas agama dalam menghadapi berbagai tantangan.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *