Wisata Religi Alumni SMA Islam ’87, Seduluran Saklawase yang Penuh Tawa dan Kenangan

Malangpariwara.com – Bukan sekadar perjalanan wisata, alumni SMA Islam angkatan 1987 membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hangat meski puluhan tahun telah berlalu.

Melalui wisata religi Solo–Yogyakarta bertajuk Seduluran Saklawase, para alumni menikmati dua hari perjalanan yang dipenuhi kebersamaan, ibadah, canda, dan tawa, pada 20–21 Oktober 2026.

Kegiatan selama dua hari satu malam itu berlangsung sesuai harapan. Sejak keberangkatan dari Malang hingga kembali ke kota asal, suasana rombongan terasa akrab dan penuh kegembiraan.

Obrolan ringan, guyonan, serta tawa lepas seolah membawa mereka kembali ke masa-masa ketika masih mengenakan seragam sekolah.

 

Perjalanan diawali dengan mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Selasa (20/10). Rombongan tiba tepat waktu sehingga peserta dapat melaksanakan salat berjamaah.

Selain beribadah, para alumni juga mengabadikan kebersamaan di masjid yang menjadi salah satu ikon religi Kota Solo tersebut.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Yogyakarta. Di kota budaya ini, kebersamaan tidak hanya terjalin melalui agenda wisata, tetapi juga lewat kesempatan berbincang santai dan menikmati suasana bersama.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika rombongan menikmati suasana Pendopo Lawas. Tempat yang dikenal sebagai salah satu lokasi nongkrong dan hiburan di Yogyakarta itu menjadi ruang untuk melepas penat sekaligus mempererat keakraban.

Suasana semakin meriah ketika Nacenk, salah satu alumni, menyumbangkan suara di tempat tersebut.

Naceng salah satu alumni SMAI 87 tampil di Pendopo Lawas (Djoko W)

Canda dan tawa terus mengiringi perjalanan. Bahkan, berjalan kaki berombongan dari hotel menuju sejumlah tempat tujuan dengan jarak yang mencapai sekitar lima kilometer pulang-pergi pun tidak terasa melelahkan.

Kebersamaan membuat perjalanan panjang itu terasa ringan dan menyenangkan.

Pada hari kedua, Rabu (21/10), rombongan melanjutkan perjalanan religi ke Masjid Jogokariyan.

Para alumni kembali berkesempatan melaksanakan salat Zuhur berjamaah sebelum melanjutkan agenda wisata.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Omah Cantrik, Yogyakarta. Di tempat ini, peserta menikmati suasana yang nyaman untuk bersantai, makan bersama, ruja’an dan berfoto.

Pengalaman semakin berkesan dengan kesempatan menikmati perjalanan menggunakan mobil VW yang menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan Omah Cantrik tersebut.

Kepuasan peserta juga terlihat dari pengalaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari akomodasi hingga konsumsi.

Fasilitas penginapan yang di luar dugaan sangat baik serta nyaman. Makanan yang terjamin membuat peserta merasa nyaman.

Ratih, Wiwin, dan Ida kompak mengungkapkan kepuasan mereka kepada panitia, setelah mengikuti perjalanan tersebut.

Mereka menilai kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk kembali berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati waktu bersama teman-teman lama.

Perhatian panitia terhadap kebutuhan peserta turut menjadi nilai tambah. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa mengecewakan peserta, sehingga suasana kekeluargaan tetap terjaga hingga perjalanan berakhir.

Bagi para alumni, wisata religi ini bukan semata-mata mengunjungi tempat ibadah atau destinasi wisata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cara merawat persahabatan, memperkuat silaturahmi, sekaligus menjaga ikatan emosional yang telah tumbuh sejak masa SMA.

Harapan pun muncul agar kegiatan serupa dapat kembali digelar pada kesempatan mendatang, dengan tujuan dan pengalaman berbeda, tetapi tetap membawa semangat yang sama: Seduluran Saklawase atau bersaudara untuk selamanya.

“Waktu boleh berlalu dan kesibukan masing-masing tak selalu memungkinkan untuk bertemu. Namun, ketika kembali berkumpul, canda, tawa, dan keakraban alumni SMA Islam ’87 seolah tidak pernah berubah,” ujar Ratih diamini Ida dan Wiwin.

Panitia wisata religi alumni SMA Islam ’87 menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjaga suasana kebersamaan sepanjang perjalanan Solo–Yogyakarta.

Panitia juga memohon maaf apabila selama penyelenggaraan kegiatan terdapat kekurangan, hal yang kurang berkenan, maupun ketidaknyamanan yang dirasakan peserta.

Segala masukan dan pengalaman selama perjalanan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya agar semakin baik.

Panitia berharap wisata religi ini tidak berhenti sebagai kenangan indah, tetapi dapat berkembang menjadi agenda tahunan alumni SMA Islam ’87, dengan tujuan berbeda dan pengalaman baru tanpa kehilangan semangat persaudaraan.

Dengan mengusung semangat Seduluran Saklawase, kebersamaan ini diharapkan terus terjaga, mempererat silaturahmi, dan menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali bertemu, berbagi cerita, serta menikmati kebahagiaan bersama meski usia terus bertambah.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *