Malangpariwara.com – SMAN 1 Turen meresmikan Museum Miepra, Minggu (25/10/2026), sebagai ruang pelestarian sejarah sekolah sekaligus media pembelajaran yang mengabadikan prestasi, inovasi, dan karya siswa maupun guru.
Peresmian dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., MM. Ia menilai, museum menjadi langkah penting untuk menjaga jejak perjalanan sekolah agar tidak terputus dari generasi ke generasi.

Menurut Aries, dokumentasi sejarah membantu siswa mengenal proses berdirinya sekolah, perkembangan kepemimpinan, hingga berbagai potensi yang pernah dibangun.
“Karena kapan sejarah itu hilang, anak-anak kita yang ada di sini tidak akan mengenal bagaimana sekolah ini tumbuh berkembang dan tidak pernah tahu jejaknya,” ujar Aries.
Ia meminta pengelolaan Museum Miepra dilakukan secara berkelanjutan, termasuk memperbarui koleksi dan melengkapi dokumentasi prestasi siswa, terutama capaian di tingkat nasional. Dengan begitu, museum tak hanya merekam masa lalu, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Kalau sudah ada museum ini, siapa pun yang mengganti Pak Agus nanti ke depan itu harus dilanjutkan, bahkan di-refresh lebih bagus lagi sehingga akan menjadi kekuatan sekolah,” tegasnya.
Aries juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk membuat museum lebih menarik dan relevan bagi generasi muda. Penyajian sejarah melalui visual digital dinilai dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dinamis, bukan sekadar menyimpan benda dan dokumentasi lama.
Koleksi Prestasi hingga Inovasi Siswa

Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, M.Pd., mengatakan Museum Miepra dirintis sekitar satu tahun terakhir. Kehadirannya menjadi tonggak perjalanan sekolah sekaligus tanggung jawab untuk merawat dan mengembangkan dokumentasi sejarah secara berkelanjutan.
“Yang jelas museum ini tidak sekadar tempat pengumpul dokumentasi, tapi harus menjadi media belajar bagi anak-anak, termasuk bapak ibu guru,” kata Agus.
Lantai pertama museum difokuskan pada koleksi prestasi siswa, termasuk piala dan penghargaan yang sebelumnya tersimpan di sejumlah tempat. Pengumpulan tersebut dilakukan agar capaian siswa terdokumentasi dan dapat diakses sebagai bagian dari pembelajaran.
Museum ini juga menampilkan karya inovasi siswa, seperti media pembelajaran berupa maket kerajaan, serta dokumentasi pengembangan batik untuk seragam sekolah. Karya guru dan buku-buku terkait sejarah sekolah serta pendidikan turut melengkapi koleksi.
Meski telah diresmikan, Agus mengakui Museum Miepra masih membutuhkan penyempurnaan, terutama pada pencahayaan dan animasi. Sekolah juga menyiapkan situs web yang saat ini masih dalam tahap prototipe untuk mendukung pengembangan museum secara digital.
Dukung Sekolah Pariwisata Berbasis Adiwiyata

Pengembangan Museum Miepra sejalan dengan visi SMAN 1 Turen menuju sekolah pariwisata berbasis Adiwiyata. Museum diharapkan menjadi bagian dari penguatan identitas sekolah sekaligus ruang edukasi yang dapat dikembangkan lebih luas.
Melalui museum ini, SMAN 1 Turen berupaya menghubungkan sejarah dengan pembelajaran masa kini. Dokumentasi perjalanan sekolah, prestasi, dan karya warga sekolah diharapkan tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan pencapaian baru.(Djoko W)







