Lapor HAM PBB Ribuan Aremania Demo Tuntut Aktor Intelektual Dihukum Seberat – Beratnya

Jum’at, 11 November 2022

Malang pariwara.com – Ribuan Aremania dan Federasi Kontras melakukan aksi unjuk rasa dari stadion Gajayana menuju Balaikota Malang menuntut pelaku pembantaian 135 suporter Aremania dan aktor intelektual ditangkap dan membawa kasus ini ke rapat Dewan HAM PBB.

Andi Irfan, Sekertaris Federasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan ( KontraS) mengaku, dalam peristiwa tragedi kemanusiaan stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang terjadi tindakan eksesif dari aparat kepolisian dalam penanganan suporter Aremania yang mengakibatkan 135 nyawa meninggal dunia.

Dalam tragedi kanjuruhan ini dalam penanganan suporter dilakukan oleh aparat kepolisian Brimob dan sabhara dalam empat menit mematikan di Kanjuruhan tanggal (1/10/2022) ada 44 tembakan ada satu tembakan tidak masuk karena tidak ada letusan api.

“Temuan Washington Post dan Komnas HAM ada 45 , nah temuan kami 45 tapi yang satu tidak terlihat suar api, jadi kita anggap 44 ,” ujarnya

Federasi KontraS menemukan ada 44 tembakan yang dilakukan aparat kepolisian dengan 6 fase dengan serangan sistematis melalui model ada aksi dan reaksi, dimana tindakan langsung tanpa melihat reaksi tapi aparat melakukan penembakan gas air mata tidak terukur.

“keyakinan Federasi Kontras ini kan pelanggaran Ham berat, tapi banyak pihak belum menganggap pelanggaran HAM Berat,” Tegasnya.

Caption : Aremania yang aksi didepan Balaikota Malang berjalan menuju perempatan Jalan Kayutangan Kota Malang( Yon)

Pihaknya, mendorong Komnas HAM membentuk tim dugaan penyelidikan pelanggaran HAM berat di peristiwa stadion Kanjuruhan , dengan bahan awal indikasi yang kita temukan tadi dari enam fase temuan Federasi Kontras .

Dalam pelanggaran HAM berat ada unsur sistematik, dan mutlak harus diselidiki dan ada serangan mematikan, terlihat di lapangan enam kali menyerang bukan ancaman tapi oleh aparat direspon dengan menyerang menembakkan gas air mata ke tribun yang memicu kepanikan bagi wanita dan anak – anak.

“Narasi yang dibangun aparat dalam peristiwa kanjuruhan direspon sebagai ancaman, sementara tindakan aparat polisi sendiri melakukan serangan eksesif,” ungkapnya

Kontras menunjuk hidung dan yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa stadion Kanjuruhan adalah mantan Kapolda Jawa Timur Nico Afinta, tetapi sampai saat ini belum adanya titik terang terkait proses hukum yang menyeret mantan Kapolda ini yang mengakibatkan 135 korban meninggal dunia 135 nyawa.

Caption : Perwakilan pengusaha Malang juga bahu membahu dalam mensuport tim gabungan Aremania di kantor KNPI Kota Malang( Yon)

Kontras menganggap dalam kasus kanjuruhan belum bisa di bawah ke tanah lembaga HAM Ad-hoc Belanda karena Persoalan Undang Undang ICCNegara Indonesia belum meratifikasi,tetapi bisa dibawa ke sidang periodik HAM PBB agar mendalami dan meminta klarifikasi dari pemerintah Indonesia.

“Kalau ICC tidak bisa ke dengan tetapi bisa dibawa dan diperdengarkan di sidang Dewan HAM PBB, ” cetusnya

International Criminal Court (ICC) adalah suatu mahkamah yudisial permanen, bersifat mandiri dan berskala internasional untuk mengadili crimes of genocide, crimes against humanity, war crimes, dan crimes of aggression sebagai  four core of International crimes yang merupakan hostis humanis generis.

Andi Irfan menambahkan, aksi ribuan Aremania ini adalah tahapan untuk mengkonsolidasikan pergerakan dalam berjuang bersama, kita tahu ada sebaran kelompok saudara Aremania dalam mencari keadilan, pihaknya mengajak untuk berjuang bersama- sama menjadi kekuatan yang lebih besar dalam mendapatkan keadilan.

Ribuan Aremania menggelar aksi longmarch dari Kantor KNPI Kota Malang melewati Jalan Kawi, Alun alun Kota Malang dan berkumpul didepan Balai Kota Malang diikuti element mulai Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Elmiati, ibu dari ( alm) Virdy Prayoga mengaku meminta pemerintah memberikan seadil adilnya atas meninggalnya putranya dan suaminya.

Caption : Sutiaji Walikota Malang saat menemui pendemo dengan memegang Foto seorang bocah berusia 3.5 tahun Virdy Prayoga asal kota Malang.(Yon)

Sutiaji, Walikota Malang mengaku, akan mengawal proses ini sampai tuntas dan ada keadilan bagi 135 korban tragedi Kanjuruhan.

Walikota Malang dalam orasinya dengan memegang foto salah satu korban anak kecil asal Kota Malang agar semua element bersatu sehingga bisa menyampaikan aspirasinya ke Jakarta dan keadilan bagi warga Malang atas tragedi ini.(Yon/Djok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *