Mudik Gratis 2026 di Malang: Pemkot Berangkatkan 9 Bus, Ini Rute Lengkapnya

Malangpariwara.com – Pemerintah Kota Malang kembali menggelar program mudik gratis bagi warganya menjelang Hari Raya Idulfitri.

Tahun ini, sebanyak 9 bus diberangkatkan dengan total 322 peserta menuju berbagai daerah di Jawa Timur.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk perbankan, perusahaan otobus (PO), serta perguruan tinggi di Kota Malang.

Mudik Gratis 2026 di Malang: Pemkot Berangkatkan 9 Bus, Ini Rute Lengkapnya
Foto bersama Pemkot Malang bersama kolaborator program Mudik Gratis 2026. (Ist)

“Hari ini saya bersama Forkopimda memberangkatkan sembilan bus dengan 322 orang. Mudik gratis ini dibantu oleh perbankan, PO, dan juga perguruan tinggi,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, program mudik gratis ini bertujuan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas. Terutama bagi masyarakat yang biasanya menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung.

“Kami berharap dengan mudik gratis ini bisa meminimalisir potensi kecelakaan, karena biasanya masyarakat menggunakan roda dua. Sekarang kita fasilitasi agar lebih aman,” jelasnya.

Program Layanan Rutin Pemkot Malang

Program ini juga menjadi agenda rutin Pemkot Malang sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman.

“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, agar mereka bisa merayakan Hari Raya dengan nyaman,” imbuhnya.

Dari sejumlah rute yang tersedia, tujuan terbanyak adalah ke Ponorogo dan Tulungagung.

Selain itu, sejumlah bus juga melayani rute lain yang tersebar di wilayah Jawa Timur, dengan tingkat keterisian yang hampir penuh.

Kuantitas Kursi Bus

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kursi kosong di sejumlah bus.

Terutama pada rute tertentu seperti Bangkalan, Madura.

“Yang kosong itu rute Bangkalan. Ini akan menjadi evaluasi kami ke depan, karena memang banyak peminat yang ingin ke wilayah lebih jauh seperti Sumenep, namun belum terakomodasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan rute ke wilayah Madura hanya sampai Sampang menjadi salah satu penyebab kurangnya minat pada rute tersebut.

Meski demikian, Widjaja menegaskan bahwa kursi yang tidak terisi penuh bukan semata karena kurangnya peserta, Melainkan bagian dari upaya menjaga kenyamanan penumpang.

“Kami memang sengaja tidak mengisi penuh bus. Kapasitas bus sekitar 50 orang, tapi kami batasi sekitar 40 orang agar penumpang lebih nyaman, apalagi ada bayi dan anak kecil,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa rute dengan peminat terbanyak selain Ponorogo adalah Banyuwangi, baik melalui Situbondo maupun Jember, yang seluruhnya terisi penuh.

Ke depan, Pemkot Malang berencana menambah rute dan jangkauan mudik gratis, khususnya ke wilayah Madura yang lebih jauh, guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

“Ini akan menjadi evaluasi kami. Tahun depan kami harapkan bisa lebih banyak rute dan lebih baik lagi,” pungkasnya. (Djoko W)