Malangpariwara.com – Kinerja ekonomi Jawa Timur menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,33 persen sepanjang 2025, melampaui capaian nasional sebesar 5,11 persen.
Hal ini terungkap dalam Konferensi pers Senin (30/3/26).
Konferensi pers tersebut dihadiri wartawan dari berbagai media serta perwakilan Mata Garuda Jawa Timur, dengan menghadirkan narasumber dari seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan di wilayah Jatim dan kalangan akademisi.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur sekaligus Kakanwil DJP Jatim I Max Darmawan, Kakanwil DJPb Jatim Saiful Islam, Kakanwil DJKN Jatim Arik Hariyono, Kakanwil DJBC Jatim I Rusman Hadi, serta akademisi Ilmiawan Auwalin sebagai local expert. Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III Lindawaty turut mengikuti kegiatan dan memberikan keterangan secara terpisah.
Dikatakannya, Kondisi ini menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan APBN regional di awal tahun 2026.
Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 14,40 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang sektor industri pengolahan serta konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.
Memasuki Februari 2026, inflasi masih relatif terkendali meski mengalami tekanan akibat peningkatan permintaan menjelang Ramadan.
Di sisi lain, Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 119,92 atau tertinggi di Pulau Jawa, didorong kinerja subsektor hortikultura.
Dari sektor eksternal, nilai ekspor Jawa Timur pada Januari 2026 mencapai USD 2,05 miliar, sementara impor sebesar USD 2,55 miliar, sehingga neraca perdagangan mengalami defisit sekitar USD 0,5 miliar.
Sementara itu, kinerja APBN regional Jawa Timur hingga 28 Februari 2026 tetap solid.
Realisasi pendapatan negara mencapai Rp37,05 triliun atau 12,27 persen dari target, yang didominasi penerimaan perpajakan.
Adapun realisasi belanja negara mencapai Rp19,43 triliun atau 17,44 persen dari pagu, dengan porsi terbesar pada transfer ke daerah.
Selain itu, berbagai program pemerintah juga menunjukkan progres positif.
Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 8,57 juta penerima manfaat di Jawa Timur.
Sementara seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah ini telah berbadan hukum dan mulai aktif menjalankan usaha.
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis kinerja ekonomi Jawa Timur dan pelaksanaan APBN regional akan tetap terjaga sepanjang 2026 di tengah tantangan global.(Djoko W)






