Arus Balik Lebaran Dongkrak Kunjungan Wisata Kota Malang, Okupansi Hotel Ikut Naik

Malangpariwara.com – Lonjakan mobilitas masyarakat saat arus balik Lebaran 2026 memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kota Malang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi.(Djoko W)

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut peningkatan kunjungan wisata mulai terasa di berbagai destinasi unggulan.

Menurutnya, puncak arus balik yang terjadi pada 29 Maret lalu membawa gelombang wisatawan ke Kota Malang dalam jumlah besar. Hal ini turut memicu keramaian di sejumlah objek wisata favorit.

“Pergerakan masyarakat yang masuk ke Kota Malang cukup luar biasa. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kunjungan di berbagai destinasi wisata,” ujarnya. Usai paripurna di gedung DPRD Kota Malang.

Meski demikian, Baihaqi menegaskan bahwa data pasti terkait persentase kenaikan kunjungan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April. Namun secara umum, tren peningkatan sudah terlihat dari kepadatan pengunjung di sejumlah titik.

Beberapa lokasi yang menjadi magnet wisatawan di antaranya Alun-Alun Merdeka, kawasan wisata Hawai Waterpark, hingga koridor heritage Kayutangan.

Ketiga destinasi tersebut tercatat mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.

Tak hanya sektor wisata, peningkatan juga terjadi pada tingkat hunian penginapan.

Berdasarkan laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), okupansi hotel di Kota Malang mengalami kenaikan selama periode libur Lebaran.

“Kondisi ini tentu berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak hotel dan restoran yang dikelola Badan Pendapatan Daerah,” jelas Baihaqi. Rabu (1/4/26).

Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang juga tengah menyiapkan inovasi transportasi wisata berupa becak listrik.

Program ini masih dalam tahap penyusunan regulasi bersama Dinas Perhubungan, mengingat operasionalnya akan melintasi sejumlah ruas jalan kota.

Rencananya, becak listrik akan melayani rute-rute wisata tertentu dengan konsep paket perjalanan, seperti dari pusat kota menuju sentra oleh-oleh tempe di Sanan hingga kawasan keramik.

Dari total sekitar 200 unit becak, sekitar 30 unit akan difokuskan sebagai becak wisata.

Selain itu, sejumlah agenda besar telah disiapkan untuk semakin menggairahkan sektor pariwisata.

Pada 26 April mendatang akan digelar Hub Marathon yang diikuti sekitar 7.000 peserta, termasuk pelari nasional dan mancanegara dari kawasan Asia Tenggara.

Event ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-112 Kota Malang.

Rangkaian kegiatan lainnya juga telah dijadwalkan, seperti rally sepeda motor antik pada 16 Juni, turnamen bridge internasional, hingga berbagai event kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha.

Terkait potensi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kunjungan wisata, Baihaqi menyebut pihaknya masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat sebelum melakukan evaluasi lebih lanjut.

“Kita lihat nanti perkembangan dan regulasinya. Pasti akan kita evaluasi dampaknya terhadap sektor pariwisata,” pungkasnya.(Djoko W)