Malangpariwara.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Malang Raya dengan menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Bersatu (GAPEMBI) Jawa Timur, sekaligus meninjau Koperasi Susu SAE di Pujon, Kabupaten Malang.
Pelantikan yang berlangsung khidmat di Grand Mercure Malang Mirama tersebut turut disaksikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI, Sony Sonjaya. Kegiatan ini digelar pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.
Dalam agenda tersebut, H. Makhrus Sholeh resmi dilantik sebagai Ketua DPW GAPEMBI Jawa Timur.
Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung sektor pangan nasional, khususnya dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP GAPEMBI, H. Alven Stony, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sebagai langkah besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu menjalankan program makan bergizi dalam waktu relatif singkat dengan cakupan yang luas. Ia bahkan membandingkan dengan negara lain seperti Brasil yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menjangkau puluhan juta anak.
“Program ini luar biasa. Indonesia mampu melayani hingga 65 juta penerima per hari. Ini bukan hal mudah, karena melayani jutaan orang tentu tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan,” ujarnya.
Alven juga menyoroti bahwa dalam pelaksanaan program berskala besar seperti MBG, potensi kendala tetap ada, baik dari sisi distribusi maupun operasional di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun demikian, pihaknya terus melakukan perbaikan melalui koordinasi dan arahan pemerintah.
Lebih lanjut, GAPEMBI disebut aktif melakukan pembelajaran dengan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara seperti Jepang, kawasan Eropa, India, dan Cina dalam pelaksanaan program makan bergizi.
Tak hanya itu, GAPEMBI juga mengambil peran dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui jalur hukum, termasuk mengajukan diri sebagai pihak intervensi dalam gugatan terkait program MBG sebagai bentuk pembelaan terhadap kebijakan yang dinilai berpihak pada masyarakat.
“Kami hadir untuk mendukung pemerintah dan memastikan program ini berjalan dengan baik. Ini adalah upaya besar untuk masa depan generasi bangsa,” tambahnya.

Usai pelantikan, Ketua DPW GAPEMBI Jawa Timur yang baru, H. Makhrus Sholeh, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung penuh program pemerintah melalui kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami berkolaborasi dengan BGN untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran, serta memastikan operasional dapur berjalan sesuai juknis dan SOP,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sistem yang terintegrasi guna memberikan kepastian bagi para pelaku usaha yang telah berinvestasi dalam penyediaan dapur makan bergizi.
“Kami mendorong adanya kepastian bagi pelaku usaha. Jangan sampai yang sudah berinvestasi sekitar Rp2 miliar per dapur tiba-tiba mengalami penghentian tanpa kejelasan,” lanjutnya.
Menurutnya, tujuan utama dari seluruh upaya tersebut adalah memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat secara optimal.
“Yang paling utama adalah penerima manfaat bisa menerima manfaat sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selanjutnya, pada pukul 12.30 hingga 13.15 WIB, rombongan melanjutkan kunjungan ke Koperasi Susu SAE Pujon yang berlokasi di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses produksi susu serta berdialog dengan para peternak sapi perah.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan mengapresiasi kontribusi koperasi dalam menjaga pasokan susu nasional serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.(Djoko W)






