Dari Rindu Jadi Bahagia: Seduluran Selawase Alumni SMA Islam 87 Hangatkan Hati di Bromo

Malangpariwara.com
Rabu pagi (15/4) itu, suasana hangat sudah terasa sejak roda bus DAMRI mulai bergerak pukul 07.00 WIB. Di dalamnya, bukan sekadar rombongan wisata biasa, melainkan 14 sahabat lama alumni SMA Islam 87 yang membawa rindu panjang untuk dituntaskan dalam satu perjalanan bernama “Seduluran Selawase”.

Foto bereng di terminal Damri sebelum bertolak ke Gung Bromo.(Djoko W)

Perjalanan menuju kawasan Gunung Bromo bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, melainkan tentang waktu yang diputar kembali.

Tawa pecah di sela cerita masa sekolah, kisah keluarga, hingga dinamika hidup yang kini dijalani.

Sebagian besar dari mereka telah memasuki usia lanjut, namun semangat kebersamaan justru terasa semakin muda.

Tujuan mereka adalah Cafe Wisata Edelweis, sebuah tempat dengan panorama pegunungan yang memanjakan mata.

Setibanya di sana, udara sejuk langsung menyapa, seolah menjadi pelukan alam bagi hati-hati yang lama tak bersua.

Kabut tipis perlahan turun, menyelimuti lanskap yang indah.
Di momen itu, para alumni tak menyia-nyiakan kesempatan.

Berswafoto, tertawa lepas, bahkan saling menggoda seperti masa remaja dulu. (Djoko W)

Mereka berswafoto, tertawa lepas, bahkan saling menggoda seperti masa remaja dulu.

Di balik kamera, tersimpan kebahagiaan sederhana: bisa berkumpul lagi, dalam kondisi sehat, di tempat yang menenangkan.

Namun lebih dari sekadar wisata, kegiatan ini menjadi ruang “penyembuhan”. Temu kangen tersebut dimaknai sebagai upaya menjernihkan hati dan pikiran, terutama bagi para lansia yang membutuhkan kehangatan emosional dari sahabat lama.

Neni anggota Grub Seduluran Selawase penggagas healing.(Djoko W)

Neni, penggagas kegiatan ini, mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar jalan-jalan.

“Ini momen untuk mengingat kembali kebersamaan, saling menguatkan, dan menjaga tali persaudaraan agar tetap abadi,” ujarnya dengan mata berbinar.

Menjelang pulang, suasana semakin hangat saat mereka menikmati makan bersama.

Di tengah hidangan sederhana, terselip janji yang tak kalah bermakna: perjalanan ini tidak akan menjadi yang terakhir.

Mereka sepakat untuk kembali bertemu, menjelajah tempat baru, di waktu yang tepat.

View foto yang indah panorama alam yang luar biasa di kawasan Bromo.(Djoko W)

Di tengah dinginnya udara Bromo, justru hangatnya persaudaraan itu yang terasa paling nyata, mengalir hingga ke relung hati.

“Seduluran Selawase” bukan sekadar slogan, melainkan ikatan yang terus hidup, melampaui usia dan waktu,” tandas Neni.(Djoko W)