Mahasiswa Jangan Sekadar Demo! UIN Malang Gaungkan Nalar Kritis untuk Aksi Nyata

Malangpariwara.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya vokal dalam menyampaikan kritik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata melalui forum Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Nalar Mahasiswa Kritis, Aksi Strategis: Dari Malang untuk Indonesia”, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Rumah Singgah Lantai 4 Kampus 2 ini menjadi ruang dialektika antara akademisi dan praktisi dalam merumuskan peran strategis mahasiswa di tengah dinamika kebangsaan.

Wakil Rektor III UIN Malang, Triyo Supriyatno, menekankan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut memiliki cara berpikir kritis yang tidak berhenti pada idealisme semata, melainkan juga berpijak pada realitas.

Menurutnya, aksi mahasiswa harus dibangun dengan nalar konstruktif agar mampu menjawab tantangan zaman secara konkret.

“Gerakan mahasiswa tidak cukup hanya lantang, tetapi harus terarah, solutif, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga dunia industri. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi jembatan agar gagasan akademik tidak terputus dari kebutuhan riil di lapangan.

Suasana saat dialog interaktif .(Ist)

Sementara itu, peneliti dari Intelligence and National Security Studies, Yusup Rahman Hakim, menyampaikan bahwa ruang demokrasi tetap terbuka bagi kritik mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak berubah menjadi narasi provokatif yang justru memperkeruh situasi.

“Kritik sangat dibutuhkan, tapi harus konstruktif. Hindari narasi yang hanya memancing emosi tanpa arah yang jelas,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Direktur Pascasarjana UIN Malang, Agus Maimun. Ia menilai pendekatan dialogis jauh lebih efektif dibandingkan aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kerugian, baik secara sosial maupun ekonomi.

Ia menambahkan, gerakan yang tidak terkelola dengan baik bisa berdampak luas, termasuk mengganggu stabilitas dan aktivitas masyarakat.

Foto bersama narasumber .(Ist)

Melalui forum ini, UIN Malang berharap mahasiswa mampu memperkuat tradisi intelektual melalui diskusi yang sehat, membangun konsolidasi gerakan, serta melahirkan gagasan kritis yang aplikatif demi kemajuan Indonesia menuju visi besar 2045.(Djoko W)