Arabian Fried Chicken Rasa Jawa Hadir di Mertojoyo, Warung Al Barokah Punya Promo Makan Bayar Seikhlasnya

Malangpariwara.com – Persaingan kuliner ayam krispi di Kota Malang semakin berwarna. Kini hadir Warung Al Barokah di kawasan Mertojoyo dengan konsep unik yang memadukan Arabian Fried Chicken dan nasi pecel khas Madiun dalam satu sajian.

Warung yang resmi buka awal April 2025 ini mulai mencuri perhatian mahasiswa dan warga sekitar karena menawarkan sensasi ayam krispi berbumbu Timur Tengah yang tetap ramah di lidah masyarakat Jawa.

 

Santi pengelola dan konseptor Warung Al Barokah Arabian Fried Chiken.(Djoko W)

Dikelola oleh Sinta bersama owner Widya, Warung Al Barokah mengusung konsep sederhana namun berbeda dari kebanyakan kedai fried chicken lainnya.

“Arabian Fried Chicken itu ayam krispi yang dimarinasi dengan bumbu Arabian. Tapi rempahnya kami sesuaikan dengan selera orang Jawa. Jadi tidak terlalu menyengat atau tajam di lidah, tapi karakter Arabian-nya tetap terasa,” jelas Sinta.

Menu dan daftar harga (Djoko W)

Saat ini, menu yang tersedia masih fokus pada ayam krispi original tanpa varian saus berat seperti kare atau rendang. Meski begitu, cita rasa rempahnya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

Yang menarik, di balik konsep ayam ala Timur Tengah tersebut, Warung Al Barokah juga menghadirkan nasi pecel sebagai menu pendamping. Ternyata, langkah itu bukan tanpa alasan.

“Nasi pecel ini sebenarnya jadi strategi inovasi kami. Dulu tempat ini sempat buka tapi kurang ramai. Akhir Februari owner mulai menyewa tempat ini, lalu muncul ide menggabungkan Arabian Fried Chicken dengan pecel,” ungkap Sinta.

Perpaduan dua menu berbeda budaya itu justru sukses menarik rasa penasaran pembeli, terutama kalangan mahasiswa di sekitar kawasan kampus Mertojoyo.

Selain soal rasa, Al Barokah juga menjaga kualitas sajian dengan sistem goreng langsung saat dipesan. Tidak ada stok ayam matang yang didiamkan lama di etalase.

“Yang dipajang hanya contoh. Jadi pembeli memang harus menunggu ayam digoreng dulu. Tapi kami usahakan sesuai estimasi waktu yang kami sampaikan,” kata Widya.

Menu kombinasi Pecel dan arabian Fried Chiken (Djoko W)

Konsep fresh cook tersebut membuat tekstur ayam tetap hangat dan renyah saat disantap. Apalagi dipadukan dengan tiga pilihan saus Korea, mulai BBQ Sauce, Hot Nashville Sauce hingga Korean Sweet Sauce.

Widya Owner Warung Al Barokah mengusung konsep sederhana namun berbeda dari kebanyakan kedai fried chicken lainnya.(Djoko W)

Tak hanya berjualan, Warung Al Barokah juga menghadirkan program sosial bertajuk Jumat Berkah. Setiap Jumat pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, pengunjung bisa makan dengan sistem bayar seikhlasnya.

“Siapa saja boleh makan. Bayarnya seikhlasnya,” ujar Widya.

Sebagai pelengkap, setiap pelanggan juga mendapat teh tawar gratis. Bahkan pengunjung yang menunggu pesanan cukup lama akan tetap disuguhi minuman tanpa biaya tambahan.

Untuk harga, menu di Warung Al Barokah dinilai cukup ramah di kantong mahasiswa. Dengan Rp15 ribu, pelanggan sudah mendapat paket ayam, telur, bayam krispi, dan sambal bawang.

“Menurut pengunjung, harganya tidak murah tapi juga tidak mahal. Masih normal dan pas,” tambah Widya.

Warung Al Barokah buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan kini juga sudah tersedia melalui layanan GoFood.

Berhijab pelanggan warung Lusiasih Kalam warga Jl Aris Munandar Malang.(Djoko W)

Salah satu pelanggan, Lusiasih Kalam asal Jalan Aris Munandar, Kota Malang, mengaku cocok dengan rasa ayam khas Al Barokah.

“Tadi saya coba Arabian Fried Chicken-nya. Rasanya luar biasa, bumbunya meresap sampai ke daging dan tekstur ayamnya lembut,” ujarnya.(Djoko W)