Rektor UB Lepas 960 Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban dari FKH UB

Malangpariwara.com – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) kembali menerjunkan ratusan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pemeriksaan hewan kurban Idul Adha 2026. Sebanyak sekitar 960 personel yang terdiri dari mahasiswa program sarjana, profesi dokter hewan, serta dosen dilepas langsung oleh Rektor Widodo di lingkungan FKH UB, Senin (25/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan selama momentum Idul Adha.

Kanan Rektor UB di dampingi Dekan FKH UB saat menjawab pertanyaan wartawan (Djoko W)

‎Rektor UB Prof Widodo mengatakan, perayaan Idul Kurban merupakan momentum bersama yang melibatkan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi. Karena itu, UB melalui FKH ikut berperan aktif membantu pemerintah daerah dan masyarakat agar pelaksanaan kurban berjalan lebih baik, khidmat, serta memenuhi aspek kesehatan hewan dan kesejahteraan ternak.

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Hewan memiliki tugas penting dalam mencegah penularan penyakit dari hewan kepada manusia sekaligus memastikan mutu hewan kurban tetap terjaga.

“Perguruan tinggi harus hadir memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi living laboratory bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan,” ujarnya.

Dekan FKH UB Dyah Ayu.(Djoko W)

Sementara itu, Dekan FKH UB Dyah Ayu Oktavianie menjelaskan, jumlah tim pemeriksa hewan kurban tahun ini relatif stabil dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu disesuaikan dengan jumlah mahasiswa aktif FKH UB yang mencapai sekitar 900 orang setiap tahun.

Ia menyebutkan, tim terdiri dari sekitar 800 mahasiswa program sarjana dari berbagai angkatan dan sekitar 100 mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH), ditambah dosen pembimbing dan tenaga dokter hewan.

“Tahun ini ada tambahan dosen baru dan CPNS yang bergabung, sehingga semakin memperkuat tim pemeriksa hewan kurban,” katanya.

Dyah Ayu menambahkan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan mulai sebelum penyembelihan (antemortem) hingga setelah penyembelihan (postmortem).

Pemeriksaan berlangsung sejak menjelang Idul Adha hingga akhir hari tasyrik untuk memastikan hewan yang dipotong memenuhi syarat aman, sehat, utuh, dan halal.

Wilayah penugasan tim FKH UB mencakup Malang Raya, Mojokerto, Lamongan, dan Sidoarjo yang selama ini menjadi daerah rutin pendampingan.

Selain itu, mahasiswa profesi yang sedang menjalani koas di luar Jawa Timur seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah juga diwajibkan membantu pengawasan hewan kurban dengan berkoordinasi bersama dinas terkait setempat.

“Semua mahasiswa yang berada di berbagai wilayah tetap kami tugaskan membantu pemeriksaan hewan kurban sesuai daerah penempatannya,” jelasnya.

Foto bareng petugas sebelum dilepas Rektor (Djoko W)

Tak hanya melakukan pemeriksaan, FKH UB juga memberikan edukasi kepada takmir masjid dan panitia kurban terkait tata cara penyembelihan hewan yang sehat, higienis, dan sesuai kaidah kesejahteraan hewan.

Pada pelaksanaan tahun ini, FKH UB kembali memanfaatkan platform digital “Veterinary Command Center” sebagai sistem pelaporan real-time dari lapangan.

Melalui sistem tersebut, mahasiswa dapat berkonsultasi langsung dengan dosen maupun dokter hewan ketika menemukan kasus selama pemeriksaan.

Menurut Dyah Ayu, penggunaan sistem digital tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengawal kesehatan hewan kurban.

Selain membantu pengawasan di lapangan, data hasil pemeriksaan hewan kurban tahun ini juga diharapkan dapat menjadi bahan penelitian dan publikasi ilmiah terkait potensi penyakit hewan di masyarakat.(Djoko W)