Malang City Expo 2026 Ditutup, Sedot 19.180 Pengunjung dan Bukukan Transaksi Rp1,2 Miliar

MALANGPARIWARA.COM – Malang City Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan daerah, tetapi juga membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Selama empat hari penyelenggaraan, mulai 23 hingga 26 Juli 2026 di Malang City Point, pameran ini berhasil menarik 19.180 pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,2 miliar.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa produk-produk UMKM Kota Malang semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Di sisi lain, tingginya antusiasme pengunjung memperlihatkan bahwa pameran berbasis ekonomi kreatif masih menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar secara langsung.

Foto bareng usai penutupan Malang City Expo 2026.(Djoko W)

Penutupan Malang City Expo 2026 dilakukan Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Faried Su’aidi, ST., MM.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan agenda tahunan tersebut.

“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Malang City Expo. Harapan kami, kegiatan rutin tahunan ini ke depan bisa dikemas lebih baik lagi sehingga tingkat kunjungan meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” ujar Faried, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan mendatangkan hampir 20 ribu pengunjung dengan omzet menembus Rp1,2 miliar menunjukkan bahwa Malang City Expo telah berkembang menjadi lebih dari sekadar pameran.

UMKM asal Kota Malang.(Djoko W)

Kegiatan ini menjadi ruang promosi, pemasaran, sekaligus transaksi bisnis yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Faried juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga BUMN yang telah ikut meramaikan expo.

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kesuksesan penyelenggaraan tahun ini.

Lebih jauh, Pemerintah Kota Malang berkomitmen memperluas akses pasar bagi UMKM melalui penguatan jejaring promosi, baik di dalam maupun luar daerah.

Kesempatan mengikuti berbagai pameran nasional akan terus dibuka agar produk lokal memiliki pasar yang semakin luas.

“Kita ingin membangun jejaring dan merangkul teman-teman pelaku usaha agar memiliki kesempatan lebih luas memasarkan produknya,” katanya.

Ia menambahkan, apabila terdapat agenda pameran di luar daerah, termasuk di Magelang, Pemerintah Kota Malang akan berupaya memfasilitasi pelaku UMKM agar dapat ikut serta mempromosikan produk unggulannya.

Bagi Faried, nilai transaksi yang mencapai Rp1,2 miliar bukan sekadar angka. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk lokal sekaligus membuktikan bahwa pembinaan UMKM yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah, omzet mencapai Rp1,2 miliar. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti Malang City Expo memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Berakhirnya Malang City Expo 2026 menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghadirkan transaksi ekonomi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, BUMN, dan pelaku UMKM.

Ke depan, Pemerintah Kota Malang berharap Malang City Expo terus berkembang sebagai etalase produk unggulan daerah, pusat promosi investasi, sekaligus wahana memperluas jejaring bisnis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.(Djoko W)