MALANGPARIWARA.COM, Kabupaten Malang – Penguatan ketahanan keluarga kembali ditegaskan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang dipusatkan di Kabupaten Malang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Malang memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat peran keluarga, khususnya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebagai langkah mencegah fenomena fatherless.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, keluarga dinilai menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter generasi muda.
Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh kualitas keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kuatnya institusi keluarga.
Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk hadir mendampingi keluarga agar mampu menjalankan fungsi pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan terhadap anak secara optimal.
“Harganas mengingatkan kita bahwa membangun bangsa bukan hanya soal membangun jalan, jembatan, atau gedung sekolah. Yang paling mendasar adalah membangun keluarga. Karena keluarga membutuhkan perhatian, pendampingan, dan kebijakan pemerintah agar mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” ujar Emil.
Ia menjelaskan bahwa paradigma keluarga berencana kini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Program pembangunan keluarga tidak lagi semata-mata berbicara mengenai pengendalian kelahiran atau penggunaan alat kontrasepsi, melainkan mendorong setiap pasangan memiliki perencanaan kehidupan keluarga sejak sebelum menikah hingga membesarkan anak.
Menurut Emil, setiap keluarga perlu memiliki visi yang jelas dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Perencanaan yang matang akan membantu pasangan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi keluarga.
“Kita harus mengubah pola pikir dari ‘gimana nanti’ menjadi ‘nanti gimana’. Semua harus direncanakan dengan baik agar keluarga mampu menghadapi setiap tahapan kehidupan,” katanya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam Harganas tahun ini adalah meningkatnya fenomena fatherless, yakni minimnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Emil menilai, pengasuhan yang ideal hanya dapat terwujud apabila ayah dan ibu menjalankan peran secara seimbang.
Menurutnya, figur ayah tidak hanya berfungsi sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional, menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentuk karakter, serta memberikan rasa aman kepada anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka di dalam keluarga.
Di era digital, anak-anak menghadapi berbagai tantangan mulai dari perundungan (bullying), penyalahgunaan rokok elektronik (vape), hingga ancaman narkotika dan berbagai bentuk pengaruh negatif dari lingkungan maupun media sosial.
“Jangan sampai komunikasi antara orang tua dan anak terputus. Anak membutuhkan tempat bercerita ketika menghadapi persoalan. Kehadiran ayah dan ibu secara bersama-sama menjadi benteng utama agar anak tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, menjelaskan bahwa pembangunan keluarga dilaksanakan melalui pendekatan siklus kehidupan dalam Program Bangga Kencana.
Program tersebut mengawal keluarga sejak masa calon pengantin, kehamilan, persalinan, pemberian ASI, pengasuhan balita, pembinaan remaja, hingga pelayanan bagi kelompok lanjut usia.
Setiap tahapan dirancang agar keluarga memiliki kesiapan menghadapi perubahan dalam setiap fase kehidupan.
“Seluruh siklus kehidupan keluarga menjadi perhatian dalam Program Bangga Kencana. Dengan perencanaan yang baik sejak awal, keluarga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan menghasilkan generasi yang sehat serta berkualitas,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Harganas ke-33, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk terus memperkuat kualitas keluarga melalui berbagai program pembangunan.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan secara terpadu melalui pembinaan keluarga sehat bersama Dinas Kesehatan, peningkatan pemenuhan gizi masyarakat, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan dasar yang layak.
“Kami terus mendorong terciptanya keluarga yang sehat, cerdas, dan mandiri. Mulai dari pembinaan kesehatan keluarga, pemenuhan gizi masyarakat, sampai pendidikan dasar menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Sanusi.
Rangkaian peringatan Harganas ke-33 di Kabupaten Malang juga diwarnai penyerahan penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN kepada sejumlah kepala daerah dan Tim Penggerak PKK yang dinilai berhasil mendukung berbagai program pembangunan keluarga.
Melalui peringatan Harganas tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan keluarga semakin meningkat. Sebab, keluarga yang harmonis, sehat, dan memiliki pola pengasuhan yang baik diyakini menjadi pondasi utama dalam mencetak generasi emas Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Versi ini lebih panjang, mengalir, menerapkan kaidah jurnalistik, serta dioptimalkan untuk gaya pemberitaan Malangpariwara.com dengan penekanan pada isu ketahanan keluarga, peran ayah, dan pembangunan sumber daya manusia.(Djoko W)







