UM Targetkan Emas di OLIVIA XI 2026, Delegasi PILMAPRES Siap Harumkan Nama Kampus di Tingkat Nasional

MALANGPARIWARA.COM  – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa berprestasi di tingkat nasional. Jumat (31/7), kampus tersebut secara resmi melepas kontingen terbaiknya untuk mengikuti Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI dan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Nasional 2026.

Prosesi pelepasan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat, Graha Rektorat Lantai 9 itu dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, wakil dekan, serta dosen pembina.

Momentum tersebut menjadi simbol kesiapan UM mengirimkan mahasiswa terbaiknya untuk bersaing sekaligus membawa nama baik kampus di panggung nasional.

Kepercayaan diri UM bukan tanpa alasan.

Pada ajang OLIVIA XI, Fakultas Vokasi berhasil menorehkan capaian membanggakan.

Dari 113 proposal inovasi yang diajukan, delapan proposal dinyatakan lolos ke babak final.

Raihan tersebut menempatkan UM di posisi ketiga nasional berdasarkan jumlah proposal yang berhasil menembus final.

PIC UM untuk OLIVIA XI 2026, Jibril Maulana, S.T., M.T., mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan inovasi di Fakultas Vokasi semakin matang dan mampu menghasilkan karya yang kompetitif.

“Capaian ini menempatkan UM pada peringkat ketiga nasional dan menjadi bukti bahwa pembinaan di Fakultas Vokasi berjalan ke arah yang positif,” ujarnya.

Tak sekadar menjadi finalis, UM memasang target tinggi pada kompetisi yang akan berlangsung di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 3–4 Agustus 2026.

“Kami tidak hanya menargetkan lolos ke final, tetapi juga membawa pulang minimal satu medali emas dan dua gelar juara,” tegas Jibril.

Untuk mewujudkan target tersebut, seluruh tim telah menjalani serangkaian persiapan intensif.

Selain penyempurnaan aspek teknis di laboratorium, para finalis juga mendapatkan pelatihan public speaking, simulasi presentasi bersama praktisi dan juri industri, hingga evaluasi strategi pemasaran karya agar sesuai dengan standar penilaian kompetisi nasional.

Sementara itu, UM juga menaruh harapan besar pada ajang PILMAPRES Nasional 2026 melalui Joko Mulyono, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Joko dipercaya menjadi delegasi UM pada kategori mahasiswa disabilitas, kategori baru yang untuk pertama kalinya dipertandingkan pada PILMAPRES tahun ini.

PIC UM untuk PILMAPRES 2026, Annisya’, M.Pd., menjelaskan bahwa Joko berhasil lolos sebagai satu dari 16 finalis nasional setelah bersaing dengan 41 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Babak final akan berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara pada 4–9 Agustus 2026.

Menurut Annisya’, prestasi Joko sebagai atlet nasional hingga internasional menjadi modal penting. Namun UM tidak hanya mengandalkan rekam jejak olahraga, melainkan juga memperkuat portofolionya melalui inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Di antaranya melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas tutorial teknik berlari yang disusun bersama pelatihnya, serta keterlibatan aktif Joko dalam pelatihan bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Malang.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian individu, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat, khususnya komunitas penyandang disabilitas,” kata Annisya’.

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., mengingatkan seluruh delegasi agar menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk menunjukkan kualitas, karakter, dan integritas sebagai mahasiswa UM.

“Kompetisi bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kalian menunjukkan karakter, integritas, dan kemampuan terbaik. Bertandinglah dengan penuh semangat, tetap rendah hati ketika meraih keberhasilan, dan jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk terus belajar,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah peserta yang dikirimkan, melainkan kualitas proses pembinaan yang telah dijalani.

“Jangan pernah merasa minder karena jumlah delegasi kita tidak sebanyak perguruan tinggi lain. Yang menentukan hasil bukan kuantitas, tetapi kualitas proses. Hasil tidak akan mengkhianati proses, dan UM telah berkali-kali membuktikan mampu meraih prestasi terbaik di tingkat nasional,” tegasnya.

Pelepasan kontingen ditutup dengan penyematan atribut secara simbolis kepada para delegasi.

Dengan pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan seluruh sivitas akademika, UM optimistis mampu meraih prestasi terbaik pada OLIVIA XI maupun PILMAPRES 2026, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing global.( Djoko W)