Lautan 17.300 Maba Penuhi UB, Rektor Tegaskan Kampus Zero Tolerance Bullying

MALANGPARIWARA.COM — Rektor UB Buka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UB 2026 Tegaskan Kampus Zero Tolerance Bullying.

Lautan putih hitam mahasiswa baru membanjiri Kampus Universitas Brawijaya (UB), Senin (10/8/2026) pagi.

Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan mahasiswa baru mulai memadati kawasan kampus untuk mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UB 2026.

Sebanyak 17.300 mahasiswa baru mengikuti rangkaian Raja Brawijaya (Rangkaian Acara Jelajah Universitas Brawijaya) yang dipusatkan di Lapangan Rektorat UB.

Mereka datang dari berbagai daerah dan untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan bersama sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Brawijaya.

Suasana kampus pun berubah. Barisan mahasiswa baru dengan seragam hitam putih memenuhi lapangan dan sejumlah kawasan kampus.

Antusiasme terlihat sejak pagi ketika peserta mengikuti pembukaan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026.

Pembukaan Raja Brawijaya 2026 secara resmi dilakukan oleh Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc. Momentum tersebut sekaligus menjadi pintu masuk bagi ribuan mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik, budaya kampus, organisasi kemahasiswaan hingga nilai-nilai yang dijunjung Universitas Brawijaya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., mengatakan pelaksanaan PKKMB UB tahun ini mengacu pada Panduan PKKMB 2026 yang diterbitkan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI.

PKKMB 2026 mengangkat tema “Membentuk generasi transformatif yang inklusif, inovatif, berwawasan global, dan berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut menjadi pijakan UB dalam memperkenalkan kehidupan perguruan tinggi kepada mahasiswa baru sekaligus menanamkan karakter dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Setelah rangkaian Raja Brawijaya tingkat universitas pada 10–12 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan Orientasi Pendidikan dan Orientasi Kemahasiswaan (Ordik Ormawa) di tingkat fakultas pada 13–16 Agustus 2026.

Mahasiswa baru selanjutnya akan mengikuti Open House Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada 29–30 Agustus.

Selain itu, terdapat kegiatan Krida Mahasiswa yang akan dilaksanakan di masing-masing fakultas setiap akhir pekan selama satu semester.
Digabung Lintas Fakultas
Pelaksanaan Raja Brawijaya tahun ini juga memiliki konsep berbeda.

Mahasiswa baru ditempatkan dalam klaster-klaster gabungan tanpa membedakan asal fakultas.

Konsep tersebut sengaja diterapkan untuk membangun interaksi yang lebih luas di antara mahasiswa baru sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Tujuannya adalah untuk memupuk semangat Kita Satu Brawijaya. Walaupun nantinya mereka terdistribusi di fakultas masing-masing sesuai disiplin ilmunya, tetap ada ikatan batin yang kuat sebagai sesama mahasiswa Universitas Brawijaya,” ujar Setiawan.

Selama mengikuti Raja Brawijaya, mahasiswa baru juga akan mendapatkan berbagai materi dari pejabat negara, tokoh nasional hingga alumni UB.

Mereka diperkenalkan dengan berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Eksekutif Mahasiswa (EM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), hingga UKM di bidang seni, olahraga dan penalaran.

Rektor UB: Jangan Hanya Kejar Nilai

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Rektor UB Prof. Widodo mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik.

Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter, mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman dan belajar menghadapi berbagai persoalan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar mengembangkan empat kecerdasan secara seimbang, yakni Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Adversity Quotient (AQ) atau kemampuan menghadapi kesulitan.

Pesan lain yang ditegaskan Rektor adalah pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman.

UB menegaskan prinsip zero tolerance terhadap perundungan, kekerasan dan pelecehan seksual.

Untuk mendukung hal tersebut, UB menyediakan layanan pendampingan melalui unit konseling di fakultas serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Mahasiswa juga didorong aktif mengikuti organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Pengalaman tersebut dinilai penting untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan soft skills yang akan menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan.

Semangat menyambut mahasiswa baru itu datang dari berbagai daerah. Salah satunya Kediri, yang mengirimkan rombongan mahasiswa baru menggunakan tiga bus menuju Kampus UB.

Dengan jumlah peserta mencapai 17.300 mahasiswa, Raja Brawijaya 2026 menjadi momentum besar bagi UB dalam menyambut generasi baru.

Dari Lapangan Rektorat UB, perjalanan ribuan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Brawijaya resmi dimulai.

Mereka bukan hanya dipersiapkan menjadi lulusan berkompeten, tetapi juga generasi yang diharapkan mampu beradaptasi, berkarakter dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *