Polinema Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Supriatna: Jadi Motor Penguatan Akademik

MALANGPARIWARA.COM  – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat fondasi akademiknya dengan mengukuhkan tujuh profesor/guru besar sekaligus.

Pengukuhan digelar di Graha Polinema, Kamis (10/9/2026), menjadi momentum penting bagi kampus yang memasuki usia 44 tahun dalam memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sambutan Direktur Polinem Ir. Supriatna Adhisuwignjo .(Djoko W)

Direktur Polinema Ir. Supriatna Adhisuwignjo mengatakan, pengukuhan profesor merupakan puncak pengakuan atas perjalanan panjang seorang akademisi.

Di balik gelar tersebut terdapat dedikasi, integritas, kompetensi keilmuan, sekaligus tanggung jawab untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi institusi dan masyarakat.

“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polinema, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tujuh Profesor/Guru Besar yang hari ini dikukuhkan,” ujar Supriatna.

Tujuh profesor yang dikukuhkan memiliki kepakaran yang beragam dan strategis.

Mereka adalah Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D., bidang Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan; Prof. Dr. Ir. Nawir Rasidi, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., bidang Struktur Beton dan Jembatan; serta Prof. Dr. Dra. Fullchis Nurtjahjani, M.M., bidang Kepemimpinan.

Berikutnya, Prof. Dr. Ir. Prayitno, M.T., bidang Pengolahan Air Limbah; Prof. Dr. Asrori, S.T., M.T., bidang Konversi Energi Mekanik Berbasis Rekayasa Teknologi Tenaga Surya; Prof. Ir. Yan Watequlis Syaifudin, S.T., M.MT., Ph.D., bidang Sistem dan Teknologi Pendukung Pembelajaran; serta Prof. Ir. Ika Noer Syamsiana, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., bidang Teknologi Rekayasa Otomasi.

Pengukuhan tujuh profesor baru ini sekaligus menambah kekuatan jajaran akademik Polinema.

Sebelumnya, Polinema memiliki 21 guru besar. Dengan tambahan tujuh profesor tersebut, jumlah guru besar kini mencapai 28 orang yang tersebar di berbagai bidang keahlian.

Menurut Supriatna, keberadaan guru besar sangat strategis karena profesor merupakan pemegang jabatan akademik tertinggi.

Mereka tidak hanya dituntut produktif dalam pengembangan keilmuan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungan kampus.

“Para guru besar ini memiliki kepakaran yang tidak perlu diragukan lagi. Kami berharap mereka bisa menjadi leader dan membimbing para dosen muda serta dosen dengan jabatan akademik di bawahnya agar terus berkembang dan semakin berkualitas,” tegasnya.

Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk menghasilkan pendidikan yang adaptif, riset yang relevan, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Karena itu, Polinema tidak berhenti pada penambahan jumlah profesor. Manajemen kampus juga tengah melakukan pemetaan dan percepatan terhadap dosen yang telah mencapai jenjang Lektor Kepala agar dapat segera memenuhi kriteria menuju Guru Besar.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan bidang keilmuan di Polinema dapat terisi secara lebih merata. Dengan semakin lengkapnya kepakaran profesor, pengembangan akademik di masing-masing bidang diharapkan semakin kuat.

Supriatna menegaskan, keberadaan guru besar harus menjadi bagian dari rantai pembinaan akademik berkelanjutan.

Profesor diharapkan mampu melahirkan ekosistem keilmuan yang mendorong dosen muda untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat penelitian, dan menghasilkan inovasi.

Pada akhirnya, penguatan jajaran profesor tersebut diarahkan pada satu tujuan utama: meningkatkan kualitas lulusan Polinema.

“Dengan semakin lengkap dan meratanya keberadaan guru besar di tiap bidang ilmu, penguatan institusi akan semakin solid dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan Polinema di masa mendatang,” pungkasnya.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *