MTM Tumbuh dari Radio Madina FM, Rawat Persaudaraan Lewat Silaturahmi

MALANGPARIWARA.COM – Majelis Taklim Madaniyah (MTM) Masjid Agung Jami’ Malang bukan sekadar wadah pengajian.

Komunitas ini tumbuh dari ikatan persaudaraan para pendengar Radio Madina FM yang kemudian berkembang menjadi ruang silaturahmi, pembelajaran keagamaan, hingga kegiatan sosial.

Dari kiri Ust. Mahmudi, Rahmania ketua MTM dan Tuan Rumah Endang S.(Djoko W)

Ketua MTM Masjid Agung Jami’ Malang, Syahrotsa Rahmania, yang akrab disapa Nia, menuturkan cikal bakal komunitas tersebut bermula dari siaran radio internal Masjid Agung Jami’ Malang.

“Awalnya radio hanya mengudara setelah Magrib dan Subuh. Kemudian berkembang menjadi radio dengan berbagai program, mulai lagu religi, talkshow hingga kuis interaktif,” ujar Nia.

Antusiasme pendengar yang semakin besar kemudian mendorong pengelola Madina FM membentuk wadah silaturahmi.

Awalnya para pendengar berkumpul di masjid dengan kegiatan pembacaan shalawat. Seiring waktu, kegiatan berkembang menjadi anjangsana dari rumah ke rumah.

Dari sinilah ikatan pendengar Madina FM semakin kuat hingga kemudian berkembang menjadi dua wadah, yakni Majelis Taklim Madaniyah dan Komunitas Persaudaraan Pendengar Madina FM.

Saat ini, grup komunikasi komunitas tersebut telah beranggotakan lebih dari 200 orang. Pertemuan rutin bulanan biasanya dihadiri sekitar 50 hingga 75 anggota, sedangkan kegiatan besar seperti Maulid Nabi dan Halalbihalal dapat diikuti 100 hingga 200 orang.

Menurut Nia, MTM tidak hanya menjalankan pengajian rutin. Komunitas juga menggelar pelatihan keterampilan, parenting, seminar keluarga sakinah, wisata edukasi, ziarah wali, hingga sowan ke kediaman para kiai.

Kegiatan terbaru digelar di kediaman salah satu anggota, Endang Susilowati, di Perum Pondok Cempaka Indah View, Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan doa, Pembacaan surat Yasin, Sholawat Nabi. (Djoko )

Kegiatan dikemas dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus anjangsana dan mendoakan kesembuhan Endang.

Pembacaan Surat Yasin, Sholawat maulid Nabi. Serta kirim doa untuk almarhum almarhumah keluarga besar tuan rumah.

Koordinator sekaligus sekretaris MTM, Anik Hamidah, menegaskan komunitas tersebut lahir dari kebersamaan para pendengar Radio Madina FM Masjid Agung Jami’ Malang.

Sementara itu, Pembina sekaligus Sekretaris Takmir Masjid Agung Jami’ Malang, Ustadz Mahmudi, dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada seremoni.

Ust, Mahmudi saat memberi sambutan sekaligus ceramah.(Djoko W)

Menurutnya, silaturahmi, anjangsana dan membaca shalawat merupakan bagian dari upaya menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.

“Dengan bersilaturahim, anjangsana dan saling menyapa, kita menghidupkan sunnah Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Ia kemudian mengajak jamaah mengambil empat nilai penting dalam kehidupan sehari-hari, yakni sabar, neriman (qanaah), ngalah, dan loman.

Sabar, kata Mahmudi, bukan hanya ketika menghadapi kesulitan. Sabar juga diperlukan ketika seseorang memperoleh kelapangan rezeki agar mampu menggunakannya secara bijak dan berbagi dengan sesama.

Begitu pula dengan sikap ngalah. Dalam keluarga, seseorang tidak harus selalu memenangkan perdebatan meskipun merasa berada di pihak yang benar.

Kemampuan menahan ego dan menjaga komunikasi justru menjadi bagian penting dalam membangun keharmonisan.

Sedangkan loman atau dermawan, lanjutnya, tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya.

Sebagian rezeki yang diterima dapat disisihkan untuk membantu saudara, tetangga maupun mereka yang membutuhkan.

“Tidak harus menunggu kaya untuk bersedekah. Ada rezeki sedikit, dibagi sedikit. Ada rezeki banyak, dibagi banyak. Itulah loman,” tegasnya.

Bagi MTM, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa komunitas keagamaan dapat tumbuh bukan hanya melalui pengajian, tetapi juga melalui kekuatan silaturahmi.

Berawal dari suara Radio Madina FM, persaudaraan itu kini menjelma menjadi komunitas yang terus menjaga kebersamaan, menghidupkan nilai keagamaan dan menghadirkan manfaat bagi anggotanya.( Djoko W )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *