MALANGPARIWARA.COM – Kesetaraan hak atlet paralimpik menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan Jawa Timur.
Komisi E DPRD Jatim menyerap langsung masukan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dalam Focus Group Discussion (FGD) penyempurnaan rancangan perubahan perda di Hotel Ijen Suites Malang.
FGD yang dipimpin Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, itu membedah sejumlah klausul dalam draf Raperda secara pasal demi pasal.
Masukan dari berbagai pemangku kepentingan menjadi bahan DPRD untuk memastikan regulasi olahraga di Jawa Timur tidak hanya mengatur pembinaan atlet, tetapi juga memberikan jaminan hak yang setara.
NPCI menjadi salah satu pihak yang aktif menyampaikan aspirasi, terutama terkait posisi atlet paralimpik dalam sistem pembinaan dan penghargaan prestasi olahraga daerah.
Sri Untari menegaskan, keberadaan atlet disabilitas tidak boleh diposisikan berbeda ketika berbicara mengenai prestasi.
Menurutnya, capaian atlet paralimpik harus mendapatkan penghargaan yang setara dengan atlet Olimpiade.
“Penghormatan kepada atlet paralimpik sudah sangat layak diberikan setara. Selaras dengan kebijakan terbaru dari Kemenpora, perlakuan terhadap prestasi atlet Olimpiade dan Paralimpik kini sejajar,” kata Sri Untari.
Ia mencontohkan, apabila atlet peraih medali Olimpiade memperoleh bonus sebesar Rp2 miliar, atlet paralimpik yang meraih prestasi setara juga semestinya memperoleh penghargaan dengan nominal yang sama.
“Jika peraih medali Olimpiade mendapatkan bonus, misalnya sebesar Rp2 miliar, maka atlet Paralimpik yang menorehkan prestasi serupa juga berhak mendapatkan nominal yang sama,” tegasnya.
Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan klausul Raperda Keolahragaan Jatim. DPRD Jatim mendorong agar regulasi baru nantinya memberikan kepastian terhadap pembinaan, fasilitas, perlindungan hak, penghargaan prestasi hingga pemberian bonus atlet, tanpa membedakan atlet berdasarkan kondisi disabilitas.
Langkah tersebut sekaligus menempatkan olahraga paralimpik sebagai bagian integral dari sistem keolahragaan Jawa Timur.
Prestasi atlet disabilitas tidak hanya membutuhkan apresiasi saat meraih medali, tetapi juga dukungan regulasi sejak tahap pembinaan hingga pengembangan karier atlet.
Pembahasan bersama NPCI dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkaya substansi perubahan perda sebelum masuk ke tahapan pembahasan berikutnya di DPRD Jatim.( Djoko W)






