Malang Super Fight 2026 Bangkit, Bidik Kembali Status Barometer Tinju Nasional

MALANGPARIWARA.COM.– Tradisi tinju di Kota Malang kembali menggeliat. Setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi COVID-19, Malang Super Fight (MSF) dipastikan kembali naik ring pada 14–15 November 2026.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, MSF tidak sekadar dihidupkan kembali sebagai ajang pertandingan. Komisi Tinju Indonesia (KTI) Malang Raya bersama Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang menyiapkannya sebagai momentum untuk membangkitkan kembali ekosistem tinju sekaligus mengembalikan posisi Kota Malang sebagai salah satu barometer tinju nasional.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua KTI Malang Raya Ade Herawanto dan Ketua Pertina Kota Malang Muhammad Anas Muttaqien atau Sam Anas dalam konferensi pers yang turut dihadiri perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang serta sejumlah insan tinju senior.

Sam Anas mengatakan, kebangkitan MSF memiliki misi lebih besar daripada sekadar mengejar prestasi di atas ring. Ajang ini diharapkan menjadi ruang pembinaan sekaligus penyaluran energi generasi muda melalui kegiatan olahraga yang terarah.

“Kita ingin mengembalikan Kota Malang sebagai barometer tinju nasional. Selain melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi untuk tingkat nasional maupun internasional, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi positif bagi generasi muda agar energi mereka tersalurkan ke jalur prestasi ketimbang terlibat tawuran di jalanan,” ujar Sam Anas.

Menurut dia, tinju juga menjadi bagian dari karakter olahraga masyarakat Malang yang selama ini dikenal dengan istilah 5B, yakni bal balan, ben benan, balapan, bantengan, dan bogeman (tinju).

Karena itu, MSF ke-27 dikemas lebih terbuka agar tidak hanya menyasar komunitas tinju, tetapi juga menjangkau masyarakat dan generasi muda secara lebih luas.

Ketua KTI Malang Raya Ade Herawanto menuturkan, MSF 2026 akan mengusung konsep sportainment, memadukan pertandingan olahraga dengan hiburan.

Selain laga tinju amatir dan profesional, rangkaian kegiatan juga akan diisi konser musik dan kompetisi dance.

“Di event ini, selain pertandingan tinju amatir dan profesional, juga ada konser musik dan dance competition. Ini kolaborasi olahraga keras dan hiburan kreatif,” kata Ade.

Tak berhenti di tinju, MSF 2026 juga menggandeng komunitas combat sport modern melalui kolaborasi dengan Fight For Glory. Salah satu yang diakomodasi adalah cabang kickboxing yang dinilai semakin diminati generasi muda.

Kolaborasi tersebut sekaligus diarahkan sebagai bagian dari persiapan pembinaan atlet menuju Porprov 2027. Dengan demikian, MSF diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertandingan, tetapi juga menjadi pintu masuk pencarian dan pematangan talenta olahraga bela diri.

“Panitia mengemas sedemikian rupa untuk menarik minat generasi muda secara luas, yang selaras dengan program pembangunan daerah ‘Ngalam Tahes’ serta masuk dalam kalender Malang 1000 Event,” tegas Ade.

MSF 2026 mendapat dukungan Pemerintah Kota Malang dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 14–15 November 2026.

Waktunya berdekatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, sehingga penyelenggara berharap semangat kepemudaan dan perjuangan turut menjadi bagian dari atmosfer kejuaraan.

Lebih jauh, kebangkitan MSF juga diarahkan untuk meninggalkan warisan pembinaan yang berkelanjutan. Pertina dan KTI Malang Raya berencana memperbanyak fasilitas ring tinju berbasis sosial di tengah masyarakat.

Ring-ring tersebut nantinya tidak hanya ditempatkan di pusat kegiatan olahraga, tetapi juga menyasar ruang-ruang publik, mulai kawasan bawah flyover hingga lingkungan perkampungan.

Langkah itu diharapkan membuat pembinaan tinju tidak berhenti pada event tahunan. Talenta muda dari berbagai wilayah Kota Malang dapat menemukan ruang berlatih, bertanding, dan berkembang tanpa harus menunggu munculnya kejuaraan besar.

Dengan konsep tersebut, Malang Super Fight 2026 diproyeksikan bukan sekadar menghidupkan kembali sebuah nama besar yang sempat terhenti, tetapi membuka kembali jalur regenerasi tinju dari tingkat kampung hingga panggung nasional.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *