UB-Göttingen Teliti Agroforestri Kopi Jawa Timur, Bidik Serapan Karbon dan Emisi Gas Rumah Kaca

MALANGPARIWARA.COM – Departemen Tanah (DT) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi riset internasional dengan University of Goettingen, Jerman, melalui penelitian agroforestri kopi di Jawa Timur.

Riset tersebut fokus mengungkap kemampuan sistem agroforestri kopi dalam menyimpan karbon, menekan emisi gas rumah kaca non-CO₂, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi kopi di kawasan tropis.

Kolaborasi ini melibatkan tiga dosen Departemen Tanah FBiPK UB, yakni Prof. Syahrul Kurniawan, SP., MP., Ph.D., Prof. Ir. Sri Rahayu Utami, MSc., Ph.D., dan Rizki Maulana Ishaq, SP., MP. Dari University of Goettingen, penelitian melibatkan Prof. Dr. Edzo Veldkamp dan Dr. Marife D. Corre dari Department of Soil Science, Tropical and Subtropical Ecosystems.

Penelitian tersebut merupakan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani UB dan University of Goettingen pada Juli 2026.

Pelaksanaannya mendapat dukungan pendanaan Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG) atau German Research Foundation untuk periode 2026-2029.

Selama 12 hari di Malang, Prof. Dr. Edzo Veldkamp mengikuti sejumlah agenda, termasuk menjadi keynote speaker dalam The 2nd International Conference on Tropical Agroforestry in Indonesia (ICTAFI) pada 23-24 September 2026.

Agenda tersebut dilanjutkan dengan survei lapangan untuk menentukan lokasi penelitian dan diskusi penyusunan timeline penelitian lapangan.

Menguji Potensi Agroforestri Kopi sebagai Solusi Iklim

Agroforestri kopi menjadi perhatian karena sistem ini memadukan tanaman kopi dengan pepohonan atau semak dalam satu lanskap pertanian.

Dibandingkan sistem monokultur, agroforestri dinilai memiliki potensi lebih besar dalam menyerap dan menyimpan karbon, baik di atas maupun di dalam tanah.

Namun, besarnya simpanan karbon sangat dipengaruhi struktur vegetasi dan pola pengelolaan lahan. Karena itu, penelitian ini tidak hanya mengukur karbon, tetapi juga mengkaji dinamika gas rumah kaca non-CO₂, termasuk nitrous oxide (N₂O) dan metana (CH₄).

Kajian tersebut penting karena penelitian lapangan yang mengukur simpanan karbon sekaligus fluks gas rumah kaca non-CO₂ dalam satu sistem agroforestri masih terbatas.

Riset ini sekaligus mendukung SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan, terutama dalam pengembangan pengelolaan lanskap pertanian yang tetap menjaga fungsi ekologis tanah dan vegetasi.

Lereng Arjuno, Anjasmoro dan Kawi Jadi Lokasi Awal

Jawa Timur dipilih karena memiliki sejarah panjang budidaya kopi berbasis agroforestri di kawasan pegunungan dengan karakter tanah vulkanik yang beragam.

Penentuan plot penelitian diawali dengan survei di lereng Gunung Arjuno, Gunung Anjasmoro, dan Gunung Kawi.

Selama enam hari, 25-30 September 2026, tim peneliti meninjau sejumlah calon lokasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan rancangan penelitian.

Pengamatan meliputi struktur dan komposisi vegetasi, tutupan tajuk, kondisi tanah, serta pola pengelolaan lahan oleh petani.

Data awal tersebut menjadi dasar untuk membandingkan sistem agroforestri dengan tingkat kompleksitas vegetasi dan pengelolaan yang berbeda.

Setelah survei, tim Departemen Tanah FBiPK UB dan University of Goettingen melakukan diskusi untuk mengevaluasi calon plot sekaligus menyelaraskan rancangan dan tahapan penelitian berikutnya.

Tahapan ini menjadi penting sebelum penelitian memasuki proses pengukuran lapangan dan analisis laboratorium.

Dorong Climate-Smart Agroforestry

Kolaborasi UB dan University of Goettingen diharapkan menghasilkan data ilmiah mengenai hubungan antara kompleksitas agroforestri kopi, simpanan karbon di atas dan bawah permukaan tanah, serta fluks gas rumah kaca non-CO₂.

Hasil riset nantinya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi pengelolaan agroforestri yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim tanpa mengabaikan keberlanjutan produksi kopi.

Kolaborasi ini juga membuka ruang penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah seorang dosen Departemen Tanah FBiPK UB akan melanjutkan studi doktoral di University of Goettingen dengan mengembangkan penelitian dalam kolaborasi tersebut.

Dengan demikian, kerja sama UB dan University of Goettingen tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga menempatkan agroforestri kopi Jawa Timur sebagai bagian dari agenda riset global mengenai perubahan iklim dan keberlanjutan lanskap pertanian.(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *