Polinema Perkuat Pendidikan Karakter di Jabung Lewat Creative Teaching Berbasis Budaya

Malangpariwara.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Yayasan Mambaul Hidayah, Jabung, Kabupaten Malang.

Program bertajuk Pelatihan Pengembangan Karakter Cinta Tanah Air Berbasis Creative Teaching itu memanfaatkan budaya Nusantara sebagai media pembelajaran yang kreatif dan interaktif.

Program ini menjadi respons terhadap tantangan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Penguatan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap identitas kebangsaan dinilai perlu dilakukan melalui metode pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan penyampaian materi secara verbal.

Ketua Tim PkM Polinema, Dr. Muhammad Akhlis Rizza, mengatakan Yayasan Mambaul Hidayah Jabung masih menghadapi keterbatasan media pembelajaran berbasis budaya. Kondisi tersebut membuat pembelajaran karakter belum optimal dalam menghadirkan pengalaman langsung bagi peserta didik.

“Pendidikan karakter akan lebih efektif ketika peserta didik terlibat dalam aktivitas eksploratif, interaksi sosial, seni, dan permainan peran,” ujarnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim PkM Polinema merancang program yang berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2026. Pelatihan perdana digelar 2 Juni 2026 dengan pembekalan konsep creative teaching dan simulasi pembelajaran.

Para guru dilatih menyusun skenario pembelajaran tematik, mengenalkan cerita rakyat dari berbagai daerah, hingga menggunakan pakaian adat sebagai media bermain peran.

Metode tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai toleransi, persatuan, kerja sama, sekaligus kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Program kemudian dilanjutkan pada 9–27 Juni 2026 melalui pembuatan media pembelajaran secara kolaboratif. Guru, pengurus yayasan, dan perwakilan wali murid memanfaatkan bahan bekas yang masih layak untuk menghasilkan 12 set pakaian adat Nusantara dan satu unit lemari display berukuran 2 × 2 meter.

Media tersebut selanjutnya dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas edukatif, mulai dari pertunjukan budaya, pameran mini hingga lomba bercerita.

Kehadiran lemari display juga memungkinkan media pembelajaran tersimpan lebih rapi sekaligus menjadi visual edukatif yang dapat ditemui peserta didik setiap hari.

Untuk memastikan program tidak berhenti pada pelatihan, tim PkM Polinema melakukan monitoring dan evaluasi pada 1–2 Juli 2026. Evaluasi diarahkan untuk melihat kemampuan guru dalam menerapkan metode creative teaching sekaligus respons peserta didik terhadap pembelajaran berbasis budaya.

Melalui program tersebut, Polinema menunjukkan bahwa penguatan karakter dan cinta tanah air tidak selalu membutuhkan teknologi canggih maupun biaya besar.

Kreativitas guru, pemanfaatan budaya lokal dan Nusantara, serta keterlibatan lingkungan sekolah justru dapat menjadi modal penting untuk menghadirkan pembelajaran karakter yang lebih hidup dan berkelanjutan.( Djoko W)

http://Polinema.ac.id

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *