Polinema Perkuat Standar Internasional, Empat Prodi Akuntansi Masuk Tahap Kandidasi IACBE

Malangpariwara.com  – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat langkah menuju pengakuan mutu pendidikan bertaraf internasional. Melalui Online Candidacy Site Visit bersama International Accreditation Council for Business Education (IACBE), Senin (19/10/2026), Jurusan Akuntansi menjalani evaluasi awal terhadap kesiapan empat program studi dalam memenuhi standar akreditasi internasional.

Empat program studi yang masuk dalam proses tersebut meliputi D-III Akuntansi, Sarjana Terapan Akuntansi Manajemen, Sarjana Terapan Keuangan, dan S2 Terapan Sistem Informasi Akuntansi.

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam upaya Polinema membangun sistem pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu membuktikan ketercapaian kompetensi lulusan secara terukur, relevan dengan kebutuhan industri, dan adaptif terhadap perkembangan profesi di tingkat global.

IACBE merupakan lembaga akreditasi internasional di bidang pendidikan bisnis yang berkantor pusat di Overland Park, Kansas, Amerika Serikat.

Lembaga ini menekankan penilaian pada capaian pembelajaran, efektivitas operasional program studi, serta perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

IACBE juga termasuk lembaga akreditasi internasional yang diakui Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 236/O/2024.

Visitasi dilaksanakan secara daring bersama Director of Accreditation IACBE, Laurie Yates. Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan Polinema, pengelola Jurusan Akuntansi, serta dosen yang berperan dalam penyusunan dokumen dan penguatan sistem penjaminan mutu akademik.

Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., menegaskan bahwa akreditasi internasional bukan sekadar upaya memperoleh pengakuan eksternal, melainkan bagian dari strategi institusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan daya saing lulusan.

“Proses akreditasi internasional ini menjadi momentum bagi Polinema untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, serta memastikan bahwa proses pembelajaran menghasilkan kompetensi yang terukur dan sesuai dengan perkembangan industri di tingkat global,” ungkapnya.

Evaluasi Berbasis Capaian, Bukan Sekadar Dokumen

Salah satu fokus utama dalam visitasi adalah Outcomes Assessment Plan (OAP), yakni dokumen perencanaan untuk menilai capaian pembelajaran mahasiswa sekaligus mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan program studi.

Wakil Direktur Bidang Akademik Polinema, Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut mendorong perguruan tinggi menilai mutu pendidikan berdasarkan hasil yang benar-benar dicapai mahasiswa.

“Melalui pendekatan ini, kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari kurikulum dan proses pembelajaran, tetapi juga dari ketercapaian kompetensi mahasiswa serta pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Pendekatan berbasis capaian tersebut menempatkan evaluasi sebagai bagian penting dari pengambilan keputusan akademik.

Hasil penilaian tidak berhenti pada pengukuran keberhasilan mahasiswa, tetapi menjadi dasar untuk meninjau efektivitas pembelajaran, menyempurnakan metode pengajaran, dan memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan profesi.

Rangkaian visitasi diawali dengan Entrance Meeting, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan OAP, pertemuan bersama pimpinan institusi, diskusi dengan dosen, peninjauan fasilitas kampus secara virtual, serta Exit Meeting.

Melalui tahapan tersebut, kesiapan program studi ditinjau dari berbagai aspek, termasuk sistem evaluasi pembelajaran, dukungan institusi, dan pelaksanaan penjaminan mutu di lingkungan akademik.

Koordinator Akreditasi IACBE, Fitrotul Maulidiyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan proses persiapan melibatkan pimpinan, pengelola program studi, dan dosen. Kolaborasi itu dilakukan untuk menyusun serta meninjau sistem penilaian capaian pembelajaran agar dapat diterapkan secara konsisten.

“Melalui proses IACBE, kami berupaya membangun sistem penjaminan mutu yang semakin berorientasi pada hasil. Fokus kami bukan semata-mata memperoleh pengakuan internasional, tetapi memastikan bahwa setiap program studi memiliki capaian pembelajaran yang jelas, dapat diukur, dan relevan dengan kebutuhan profesi akuntansi, keuangan, serta perkembangan teknologi,” jelasnya.

Selain capaian pembelajaran mahasiswa, OAP Jurusan Akuntansi juga mencakup relevansi program studi dengan kebutuhan dunia kerja, pengembangan profesional dosen, kecukupan fasilitas pembelajaran, serta kontribusi penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan cakupan tersebut, evaluasi diarahkan untuk melihat keterkaitan antara proses akademik dan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh.

Tantangan Akuntansi di Era Digital

Upaya peningkatan mutu ini juga berkaitan dengan perubahan besar dalam dunia akuntansi dan keuangan. Digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), analitika data, serta tuntutan pelaporan keberlanjutan mengubah kebutuhan kompetensi tenaga profesional di sektor tersebut.

Ketua Jurusan Akuntansi Polinema, Dr. Nurafni Eltivia, S.E., MSA., Ak., CA., menilai perubahan tersebut menuntut pendidikan akuntansi untuk terus beradaptasi agar lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan industri.

“Dunia akuntansi dan keuangan berkembang sangat cepat. Karena itu, penguatan kompetensi dosen, pembaruan kurikulum, kolaborasi dengan industri, dan penerapan pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dari strategi pengembangan Jurusan Akuntansi Polinema,” tambahnya.

Dalam persiapan akreditasi, dosen turut dilibatkan dalam pengembangan OAP, peninjauan capaian pembelajaran, serta penyempurnaan instrumen penilaian. Keterlibatan tersebut penting agar sistem evaluasi tidak hanya memenuhi persyaratan dokumen, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dalam kegiatan akademik sehari-hari.

Bagi pendidikan vokasi, keterkaitan antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri menjadi faktor penting. Lulusan dituntut tidak hanya memahami konsep akuntansi dan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, mengolah informasi, serta menyesuaikan diri dengan perubahan standar dan praktik profesional.

Karena itu, proses menuju akreditasi internasional diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi internal, meningkatkan konsistensi pembelajaran, dan mendorong perbaikan program studi berdasarkan hasil penilaian yang terukur.

Melalui Candidacy Site Visit ini, Polinema berharap memperoleh masukan konstruktif dari IACBE sebagai bekal untuk mempersiapkan tahapan akreditasi berikutnya.

Bagi Jurusan Akuntansi, capaian penting dari proses tersebut bukan semata-mata pengakuan internasional, melainkan terbentuknya sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Dengan demikian, upaya meningkatkan daya saing global diharapkan berjalan seiring dengan penguatan kompetensi lulusan dan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan dunia kerja.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *