Polinema Perkuat Kompetensi Pertolongan Pertama, Fokus pada Kesehatan Mental Sivitas Akademika

Malangpariwara.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi First Aid Responder bagi pimpinan jurusan, dosen pembina akademik, dan organisasi kemahasiswaan tahun 2026.

Mengusung tema “Siap, Tanggap, dan Peduli dalam Memberikan Pertolongan Pertama”, kegiatan ini tidak hanya menekankan penanganan kondisi darurat fisik, tetapi juga kemampuan memberikan respons awal terhadap persoalan kesehatan mental di lingkungan kampus.

Peserta dibekali pemahaman dan keterampilan untuk mengenali kondisi yang membutuhkan pertolongan, memberikan respons awal secara tepat, serta mengarahkan individu yang membutuhkan bantuan kepada tenaga profesional atau layanan terkait.

Salah satu materi yang disampaikan adalah “Peningkatan Kompetensi Respons Awal dalam Mendukung Kesehatan Mental Sivitas Akademika Politeknik Negeri Malang Tahun 2026” oleh Qori Fanani, M.Psi., Psikolog.
Materi tersebut menekankan pentingnya mengenali kondisi psikologis yang memerlukan perhatian, merespons tekanan emosional secara tepat, serta menunjukkan kepedulian kepada individu yang sedang menghadapi kesulitan.

Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa maupun tenaga pendidik dapat menghadapi beragam persoalan yang memengaruhi kondisi psikologis dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, kemampuan memberikan pertolongan awal menjadi bekal penting bagi pimpinan jurusan, dosen pembina akademik, dan pengurus organisasi kemahasiswaan yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa.

Wakil Direktur III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., mengatakan peningkatan kompetensi ini diperlukan agar penanganan persoalan nonfisik atau psikologis dapat dilakukan sesuai standar yang ditetapkan.

“Perlu diketahui bagaimana cara memberikan pertolongan pertama kepada individu yang mengalami sakit nonfisik, dan ini harus sesuai standar,” ujarnya.

Pipit menambahkan, pengembangan program tersebut direncanakan berlanjut pada 2027, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, agar semakin banyak sivitas akademika memiliki kemampuan memberikan respons awal ketika menghadapi situasi darurat.

Ia juga menjelaskan, Polinema telah memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) sejak 2022. Selain itu, edukasi mengenai kesehatan mental secara rutin diberikan dalam kegiatan prastudi bagi mahasiswa baru.

Sementara itu, Ketua Satgas PPKPT Polinema, Ellyn Eka Wahyu, S.Sos., M.AB., mengungkapkan jumlah pengaduan yang diterima satgas semakin bertambah. Namun, ia menegaskan bahwa pengaduan tersebut tidak seluruhnya berkaitan dengan kesehatan mental, melainkan mencakup berbagai persoalan lainnya.

Untuk memfasilitasi pelaporan, Polinema telah menyediakan saluran khusus atau hotline yang dapat digunakan untuk menyampaikan pengaduan kepada Satgas PPKPT.

Setiap laporan yang masuk akan ditelaah dan dibahas oleh satgas. Selanjutnya, pihak-pihak yang terlibat dipanggil untuk dimintai keterangan dan mengikuti proses klarifikasi. Hasil penanganan kemudian disampaikan kepada direktur untuk mendapatkan rekomendasi lebih lanjut.

Melalui kegiatan First Aid Responder, Polinema berupaya memperkuat budaya keselamatan dan kepedulian di lingkungan kampus.

Pimpinan jurusan, dosen pembina akademik, serta organisasi kemahasiswaan diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem dukungan awal yang dapat mengenali persoalan, memberikan respons secara tepat, dan menghubungkan individu dengan layanan profesional sesuai kebutuhan.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa kesiapsiagaan kampus tidak hanya berkaitan dengan penanganan keadaan darurat fisik, tetapi juga kemampuan merespons persoalan psikologis secara terarah. Dengan demikian, lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif dapat terus dibangun untuk mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika Polinema.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *