Tugu Tirta Maintenance 13 Titik Spam, Tangki Air Gratis Disiagakan untuk Pelanggan Terdampak

Berita11 views

Malangpariwara.com – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang mulai melakukan pemeliharaan dan penggantian pompa secara bertahap di 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Pekerjaan yang dijadwalkan mulai 5 November 2026 ini berpotensi menyebabkan penurunan tekanan hingga terhentinya aliran air sementara di sejumlah wilayah pelanggan.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Tugu Tirta menyiapkan armada tangki air gratis serta sejumlah langkah mitigasi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemeliharaan berlangsung.

Pemeliharaan perdana dilakukan di Sumur Tidar 1, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, mulai Kamis (5/11/2026) pukul 16.00 WIB hingga Jumat (6/11/2026). Pelanggan di wilayah terdampak diimbau menampung air sejak dini sebelum pekerjaan dimulai.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, S.E., S.Sos., M.M., menjelaskan, pemeliharaan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan sistem produksi dan distribusi air minum dalam jangka panjang.

Menurutnya, sejumlah pompa telah beroperasi lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan perawatan dan penggantian untuk mengantisipasi potensi kerusakan.

Tugu Tirta memilih melakukan pemeliharaan terencana daripada menunggu kerusakan terjadi secara mendadak yang berisiko menimbulkan gangguan pelayanan lebih luas.

“Kami memilih melakukan maintenance preventif sebelum terjadi kerusakan. Dengan jadwal yang terencana, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan airnya. Kami juga menyiapkan berbagai langkah pendampingan agar dampak pekerjaan dapat diminimalkan. Prinsip kami, pantang pulang sebelum pelanggan tenang,” ujarnya.

Pemeliharaan 29 Jam, Normalisasi Aliran Butuh Waktu Tambahan

Proses penggantian pompa di setiap titik SPAM membutuhkan waktu sekitar 29 jam. Tahapannya dimulai dari pengangkatan pompa lama, stabilisasi sumur, pemeriksaan konstruksi sumur, pemasangan pompa baru hingga pengujian operasional.

Pada hari pertama, pengangkatan pompa dilakukan pukul 16.00–23.00 WIB. Setelah itu, sumur menjalani masa stabilisasi atau *steady time* hingga pukul 09.00 WIB pada hari berikutnya.

Petugas kemudian melakukan perawatan sumur dan pemeriksaan konstruksi lubang sumur (*borehole*) pukul 09.00–10.00 WIB. Pemasangan kembali pompa berlangsung pukul 10.00–15.00 WIB, dilanjutkan uji jalan dan pengoperasian pompa hingga pukul 21.00 WIB.

Namun, selesainya penggantian pompa tidak serta-merta membuat aliran air langsung normal di seluruh rumah pelanggan.

Jaringan perpipaan yang sempat kosong harus melalui proses *flushing* atau pembuangan udara yang terjebak di dalam pipa. Petugas juga melakukan pengeluaran udara melalui sejumlah titik jaringan dengan bantuan perangkat *air release valve*.

Proses pengisian jaringan hingga menjangkau wilayah terujung diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya lima jam. Kondisi geografis dan elevasi wilayah turut memengaruhi kecepatan normalisasi. Pelanggan yang berada lebih jauh dari sumber distribusi atau di kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi menerima aliran normal lebih lambat.

Sumur Tidar 1 Jadi Titik Pertama, Puluhan Kawasan Berpotensi Terdampak

Pengerjaan perdana di Sumur Tidar 1 dimulai Kamis (5/11/2026) pukul 16.00 WIB. Pompa diperkirakan kembali beroperasi pada Jumat (6/11/2026) pukul 15.00 WIB, sedangkan normalisasi jaringan ditargetkan selesai sekitar pukul 21.00 WIB.

Selama proses tersebut, pelanggan berpotensi mengalami penurunan tekanan hingga tidak mendapatkan aliran air sementara.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Candi, Ranakah, Bukit Tanggul, Kwoka, Telaga Bodas, Puncak Trikora, Puncak Himawan, Esberg, Puncak Esberg, Puncak Tidar, Terminal, Gunung Agung, Salahutu, Gamalama, Kalingkang, Latimojong, Sihabu-habu, Malenggang, Sekicau, Juwet Barat, Puncak Mandala, Kendang, Ratah Tiga, Lokon, Raya Tidar, Tidar, Tinombala, Kaluta, Meratus, Tambora, Kalbat, Jaya Giri, Kinabalu, Lompo Batang, Malino, Mandala Wangi, Taman Agung, Soputan, Bukit Barisan, Dieng, Sanggabuana, Burangrang, Gading, Halimun, Arak-arak, Galunggung, Pisang Candi, Rajabasa, Singgalang, Sibayak, Sinabung, Leuser, Klampok Kasri, Bondowoso, dan Kasri.

Lima Langkah Mitigasi, Tangki Air Gratis Disiapkan

Untuk mengurangi dampak gangguan pelayanan, Tugu Tirta menyiapkan lima langkah mitigasi dengan mengusung semangat pelayanan *Pantang Pulang Sebelum Pelanggan Tenang*.

Pertama, program Sapa Warga melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat dan wilayah kelurahan terdampak.

Kedua, membangun grup komunikasi bersama Ketua RW agar informasi jadwal dan perkembangan pekerjaan dapat diteruskan lebih cepat kepada warga.

Ketiga, melakukan rekayasa jaringan dengan mengoptimalkan distribusi dari sumber air lainnya guna mengurangi cakupan wilayah terdampak.

Keempat, memastikan seluruh tahapan pemeliharaan berjalan sesuai jadwal. Kelima, menyiagakan armada tangki air gratis di kelurahan maupun sejumlah titik strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Langkah tersebut disiapkan agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih meskipun pelayanan melalui jaringan perpipaan mengalami gangguan sementara.

Pelanggan Diminta Menampung Air Sebelum 5 November

Tugu Tirta mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai, terutama sebelum pukul 16.00 WIB pada Kamis (5/11/2026).

Apabila persediaan air habis selama proses pemeliharaan, pelanggan dapat mengajukan permintaan layanan tangki air gratis melalui WhatsApp **0811-3550-800**. Estimasi pengiriman sekitar satu jam, menyesuaikan antrean permintaan dan kondisi distribusi.

Sementara itu, pengaduan dan permintaan informasi dapat disampaikan melalui WhatsApp TANIA (Tugu Tirta Asisten Informasi dan Aduan) di **0811-7550-800**.

Pelanggan juga dapat memantau perkembangan pekerjaan dan informasi gangguan pelayanan melalui aplikasi Tugu Tirta Connect (TTC) yang tersedia di Google Play serta Instagram resmi @perumdatugutirta.

Melalui pemeliharaan bertahap di 13 titik SPAM tersebut, Tugu Tirta menargetkan keandalan pompa dan sistem distribusi air minum tetap terjaga.

Di sisi lain, kesiapan pelanggan melakukan penampungan air dan pemanfaatan layanan tangki gratis menjadi bagian penting untuk mengantisipasi gangguan selama pekerjaan berlangsung.

Pemeliharaan akan dilakukan secara bertahap dengan jadwal sebagai berikut:

Tugu Tirta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung.

Dukungan dan pengertian masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan air minum. Sebab, pelayanan yang andal bukan hanya tentang air yang terus mengalir hari ini, tetapi juga tentang memastikan setiap tetes air tetap mengalir dengan baik pada masa mendatang. (Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *