Malangpariwara.com – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB) menjadi rujukan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) dalam penguatan penjaminan mutu, hilirisasi riset, dan kewirausahaan mahasiswa.
Hal itu mengemuka dalam kunjungan benchmarking 21 pimpinan dan pengelola Polbangtan Yoma ke FTAB UB, Rabu (4/11/2026). Rombongan dipimpin Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Dr. Endah Puspitojati.

Endah mengatakan, FTAB UB dipilih karena dinilai memiliki praktik baik dalam membangun sistem mutu pendidikan, mengembangkan penelitian hingga menjadi produk siap dimanfaatkan, serta mendorong mahasiswa berwirausaha.
“Kami ingin belajar langsung, bukan hanya dari dokumen. Ada tiga kekuatan yang ingin kami pelajari, yakni penjaminan mutu, hilirisasi penelitian, dan pembinaan kewirausahaan mahasiswa,” ujarnya.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menyambut kunjungan tersebut dan menegaskan kesiapan fakultas berbagi pengalaman. Menurutnya, mutu pendidikan harus dibangun melalui sistem yang konsisten, riset berdampak, serta pengembangan kemandirian mahasiswa.
FTAB UB sendiri memiliki sejumlah capaian, di antaranya akreditasi internasional pada beberapa program studi, mayoritas program studi berpredikat Unggul dan Baik Sekali, serta predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI WBBM).

Dalam pemaparan profil fakultas, Wakil Dekan I Bidang Akademik Endrika Widyastuti, Ph.D., juga menjelaskan jejaring kerja sama FTAB UB dengan lebih dari 60 universitas dalam dan luar negeri, industri, serta lembaga riset.
Salah satu program yang diperkenalkan adalah **Prime CoE Grant**, yakni dukungan strategis untuk mendorong dosen mengembangkan inovasi menjadi produk siap pasar (*market-ready product*).
Benchmarking dilanjutkan dengan pembahasan tiga bidang utama. Ketua Gugus Jaminan Mutu FTAB UB, Dr. Nur Ida Panca, memaparkan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus PPEPP dan Audit Mutu Internal (AMI).
Sementara itu, Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FTAB UB, Nur Lailatul Rahmah, Ph.D., menjelaskan strategi pengembangan riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat di hilirisasi menjadi produk pangan fungsional maupun teknologi agroindustri yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Pada bidang kewirausahaan, FTAB UB membagikan pola pembinaan mahasiswa melalui startup, inkubasi bisnis, dan pendampingan usaha berbasis riset. Sejumlah mahasiswa bahkan telah mengembangkan produk hasil penelitian dosen menjadi usaha yang memiliki peluang pasar.
Prof. Yusuf menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga perlu membekali mahasiswa agar mampu menciptakan lapangan kerja.
Melalui kegiatan ini, FTAB UB dan Polbangtan Yoma berharap terbangun kolaborasi antar lembaga pendidikan pertanian untuk memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan dampak penelitian, serta melahirkan lulusan yang inovatif dan mandiri.(Djoko W)






