Dukung Mahasiswa UB, Dandim 0833 Kota Malang Harapkan Peran RW Tangguh Dalam Pandemi Covid -19

Dialog di salah satu radio swasta kota Malang diadiri Komandan Kodim 0833 kota Malang dan Ketua Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya (UB) serta Asisten II Pemkot Malang ( foto: Djoko Winahyu Malangpariwara)

Selasa, 12 Mei 2020

Malangpariwara.com – Gagasan Universitas Brawijaya untuk membentuk kampung tangguh mendapat respon positif Dandim 0833 Letkol Inf Tommy Anderson.

Setelah banyak memberikan sosialisasi terkait rencana pembentukan Kampung Tangguh yang digagas beberapa waktu yang lalu, peran Rukun Warga (RW) dinilai sangat penting dalam penerapan Kampung Tangguh tersebut.

Keseriusan ini dibuktikan dengan pembahasan lanjutan yang dikemas dalam sesi dialog di salah satu radio swasta kota Malang dengan mengambil tema ‘Memaksimalkan peran RW Tangguh Sebagai Solusi Penanganan Covid-19’ dengan menghadirkan Komandan Kodim 0833 kota Malang dan Ketua Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya (UB) serta Asisten II Pemkot Malang pagi hari tadi, Selasa (12/05/2020).

Dalam dialog tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya (UB) Unti Ludigdo menyampaikan bahwa program Satgas Covid-19 UB saat ini salah satunya adalah melakukan sosialisasi pelatihan kampung tangguh yang merupakan wujud sistem pertahanan semesta sebagai langkah efektif menghadapi Covid-19.

“Kampung tangguh harus terorganisir sehingga berjalan dengan sistematis dan kemudian lahir kampung tangguh pada level RW. Konsep Kampung Tangguh ini telah disampaikan kepada Walikota Malang,” ujar Unti Ludigdo.

Menurut pria yang menjabat sebagai salah satu Dekan di Universitas Brawijaya ini, saat ini fokus pada ketahanan pangan melalui pembentukan lumbung pangan sudah terbentuk 61 RW, sementara 10 RW sudah terbentuk untuk ketahanan kesehatan sehingga diharapkan akan ada campur tangan akademisi lain guna membantu dalam hal edukasi kesehatan.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi mengharapkan gagasan kampung tangguh tidak hanya diterapkan pada saat Covid-19 saja.

“Hal ini mengingat di dalamnya ada beberapa elemen yaitu tangguh logistik untuk ketahanan pangan, tangguh SDM yakni ada sumber daya siap untuk tangani bencana apapun baik alam maupun non alam, tangguh informasi yaitu ada sarana komunikasi internal yang dapat dipercaya atau tidak mudah terima berita hoax, tangguh kesehatan di dalamnya ada tim kesehatan dari warga yang bisa menangani apabila ada yang mengalami gangguan kesehatan, tangguh keamanan dan ketertiban dengan patuh aturan, tangguh budaya yaitu adanya budanya lokal gotong royong dengan harapan dapat menghadapi secara mudah suatu bencana hingga tangguh psikologis yaitu kemampuan psikologis dalam hadapi bencana bagus,” ungkap Diah Ayu Kusuma Dewi.

Menurut Asisten II Pemkot Malang, Pemerintah Kota Malang mendukung adanya Kampung Tangguh dan sudah menyampaikan ke Kecamatan dan Kelurahan guna memaksimalkan RW Tangguh.

Sementara itu Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Tommy Anderson menyampaikan bahwa konsep tangguh berdayakan konsep yang ada dan membangun sistem berdayakan secara optimal.

“Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas bersama masyarakat membentuk struktur menjadi operasional. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu melaksanakan penyampaian sosialisasi dan mengarahkan agar tepat yang diharapkan karena dalam kampung tangguh ada SOP,” ungkap Dandim 0833 kota Malang.

Menurut Letkol Inf Tommy Anderson, partisipasi masyarakat sebagai kunci memutus penyebaran Covid-19 sangatlah penting dimana kampung tangguh akan menjadi sistem agar bertindak sesuai aturan.

“Secara umum respon Kota Malang sangat luar biasa menyambut kampung tangguh dan ada juga sudah terbentuk di lingkungan masyarakat sehingga mempermudah terbentuknya kampung tangguh ini. Peran TNI dalam kampung tangguh menggandeng tokoh untuk percepatan memudahkan terbentuknya kampung tangguh dan terbagi beberapa cluster,” ungkap Dandim 0833 kota Malang.

Dandim 0833 kota Malang menegaskan bahwa perlu proses dan konsistensi peran masyarakat untuk terbentuknya kampung tangguh.

“Apapun upaya pemerintah tidak akan berjalan apabila tidak didukung partisipasi masyarakat dan yang lainnya. Kami sebagai aparatur TNI ataupun Polri di kota Malang memohon kepada masyarakat agar mendukung pemerintah dan partisipasinya untuk mematuhi aturan serta adanya Covid-19 ini kita akan menjadi kuat dan solid,” pungkas Letkol Inf Tommy Anderson. (JKW)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *