Tangkal Covid 19 Pedagang Pasar Bunul Bagikan Uwuh Gratis

Foto: Suasana pasar warga ngantri minta jatah Uwuh Gratis .( Kominfo)

Jum’at, 20 Agustus 2021

Malangpariwara.com
Paguyuban pedagang pasar Bunul inisiasi bergotong royong membuat minuman uwuh untuk dibagikan secara gratis ke pedagang dan pembeli.

Semangat berbagi di masa pandemi makin menguat di tengah tengah masyarakat. Satu diantaranya seperti terpotret di pasar Bunul Rejo kota Malang. Diinisiasi paguyuban pedagang pasar yang dibentuk Diskopindag kota Malang, paguyuban bergotong royong membuat minuman uwuh dan dibagikan secara gratis ke pedagang dan pembeli.

“Ini sementara hanya di pasar Bunul (19/8/21), dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan di pasar pasar lainnya, “ujar M. Syailendra, Kadis Kopindag Kota Malang.

Menurut mantan Sekretaris KPU Kota Malang tersebut, kegiatan itu muncul murni dari bawah merespon ajakan yang sering disampaikan Walikota Malang Sutiaji untuk bergerak bersama dalam melawan covid 19 serta menguatkan rasa empati dan simpati secara komunal.

Kenapa memilih Wedang Uwuh, menurut Jumar selaku kepala pasar Bunul, karena punya khasiat yang banyak jika dikonsumsi. Sebab kandungan rempah-rempah yang kaya dalam minuman ini punya antioksidan tinggi dan dapat mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Minuman khas dari Bantul, Yogyakarta ini paling enak dinikmati saat hangat.

Bahan-bahan yang diperlukan jahe, cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis kering, daun pala kering, kayu secang dan gula batu.

Ada pun cara membuatnya:

  1. Panggang jahe di bara api, lalu geprek.
  2. Didihkan air dan masukkan jahe, tunggu beberapa saat. Kemudian tambahkan cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis, daun pala dan kayu secang.
  3. Biarkan air hingga berubah menjadi berwarna merah.
  4. Tuang dalam gelas/wadah, sajikan selagi hangat.

” Lumayan mas di badan hangat gak gampang masuk angin setelah minum wedang uwuh buatan paguyuban pedagang pasar Bunul yang di bagikan gratis,” ungkap Bambang sopir angkot yang biasa mangkal di Pasar Bunul.

Walikota Sutiaji, pada kesempatan berbeda, mengapresiasi apa yang dilakukan paguyuban pedagang di pasar Bunul.

“Malang memanggil semua elemen untuk bersama sama menghadapi covid 19. Dalam bentuk dan wujud apa pun, besar atau kecil tak jadi soal. Bangsa ini khususnya kota Malang memerlukan uluran tangan semua pihak karena kami dan kita tidak bisa berdiri maupun berlari sendiri, “pesan Pak Aji.(Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *