“Berbagi Untuk Negeri dengan Membangun Kepedulian Melalui Gerakan Nasi Bungkus”

Foto:Kasubag Umum BPBD Kota Malang, Trisno Aji menerima puluhan nasi bungkus dari GNB Malang. Diserahkan oleh Alfarizzi dan Hari di kantor BPBD.(ist)

Rabu, 1 September 2021

Malangpariwara.com
Berawal dari giat Jumat berkah yang dipelopori Alfarizzi Ananda Jose pemilik Spesial Ayam Goreng Priyangan Sawojajar Malang. Kini dikembangkan menjadi lebih meluas lagi yakni tagline “Berbagi Untuk Negeri dengan Membangun Kepedulian Melalui Gerakan Nasi Bungkus di Malang Raya”

Menginspirasi kaum milenial di Kota Malang beranggotakan 4 orang di dalamnya yakni Alfarizzi, Hari, Sabrina dan Lisa. Sekaligus didukung tim influenzer 5 orang putra dan putri. Gerakan Nasi Bungkus (GNB) persembahan awal dengan 200 nasi bungkus diberikan kepada sebagian masyarakat di Kota Malang dan sekitarnya.

Koordinator GNB Malang Raya, Anggi Sabrina Kinasih menjelaskan, “Pagi ini kami mempersembahkan atau membagikan 200 nasi kotak dengan gizi yang cukup kepada beberapa sasaran. Di antaranya, relawan BPBD Kota Malang sebanyak 30 bungkus, relawan driver ambulance berbagai nama milik masyarakat sebanyak 50 bungkus,” jelas Sabrina warga Kelurahan Gading Kasri ini.

“Termasuk diberikan kepada tim relawan peduli orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sebanyak 20 bungkus. Tak ketinggalan masyarakat yang beraktifitas di tepi jalan seperti Supeltas, pengamen, tukang becak dan lainnya. Dibagikan pula kepada warga yang membutuhkannya,” tandasnya.

Perempuan berusia 35 tahun ini juga menginformasikan, GNB Malang ini bagian dari GNB Semarang di bawah naungan Yayasan Peduli Sosial Indonesia bermarkas di Semarang. Selain Kota Malang, ada pula di GNB Jakarta, Surabaya serta kota – kota lainnya.

Menurutnya, GNB Malang ini bentuk kepedulian dari sebagian kaum Melineal di Kota Malang dan sekitarnya yang ingin berbagi kasih kepada sesamanya. “Pihaknya melihat aktifitas para relawan dari BPBD maupun Driver Ambulance, terkadang sampai lupa akan kesehatannya (makan) ketika frekuensi pekerjaan begitu padatnya,” ujar Sabrina.

“Termasuk teman – teman lainnya belum mampu menyediakan buat makan setiap harinya. Akhirnya menjadikan kita tergerak untuk membantunya, berinisiatif membagikan makanan dengan menu cukup gizi dengan kemasan praktis sekaligus bisa dinikmati pada kondisi di lapangan serba terbatas,” bebernya.

“Harapannya, awal dalam melangkah ini diberikan kemudahan dan kelancaran serta pertolongan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Bertujuan saling berbagi, saling melengkapi serta men-support kepada sesama. Di samping itu, program gerakan nasi bungkus ini diberikan para donatur serta komunitas jejaring guna mengembangkan lebih luas lagi kedepannya,” tambahnya.

Pria pemulung dari Dusun Bamban Pakis Kabupaten Malang yakni Imron Pamuji (65), saat melintas di basecamp GNB Malang mendapatkan berkah nasi bungkus. Ia menuturkan, “Alhamdulillah dirinya merasa bersyukur mendapatkan sarapan pagi berupa nasi bungkus adalah rejeki dari Allah SWT lewat para dermawan ini. Semoga niatan baik dari para dermawan tersebut menjadi amal soleh soleha mereka,” tutur Imron (Iwan/JKW/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *