Swadaya, Warga Tembalangan Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung

Caption : Kompak Warga Warga RT 04 RW 02 "Desa Tembalangan" Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang bergotong royong melakukan perbaikan jalan umum di wilayahnya.( Yono)

Seni , 20 Juni 2022

Malangpariwara.com – Warga RT 04 RW 02 yang biasa populer disebut “Desa Tembalangan” Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang secara bersama sama melakukan perbaikan jalan umum penghubung antara desa Tembalangan ke Desa Mbetek Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17. Minggu( 19/6/22).

Kerja bakti berlangsung mulai pukul 08.00-12.00 Wib tersebut istimewanya setiap warganya sangat antusias sekali kekompakannya, tidak ada perbedaan antara warga berpangkat dan masyarakat biasa, terlihat kompak bergotong royong, sementara Ibu – ibunya pun tak mau kalah bersama sama saling suport memasak untuk keperluan makan para warga yang kerja bakti.

Sumawan, sekretaris Warga RT 04 RW 02 menjelaskan bahwa ini adalah kerja bakti lanjutan dari yang sebelumnya di dua minggu yang lalu, Kerja bakti itu sebagai wujud dukungan warga terhadap program Jalan tembusan yang penghubung ke jalan ke Jl. Mayjen Panjaitan Gg. 17 yang fungsinya sangat vital karena dimana jalan alternatif tembusan pengendara roda dua, saat jalan di sekitar jl Soekarno Hatta Hatta padat.

Sumawan mewakili ketua RT 04 mengucapkan terimakasih atas kepedulian serta antusias masyarakat secara swadaya bergotong royong Bersama sama tanpa pamrih.

“Tentu pasti kita berharap kelompakan tersebut tetap berlanjut sampai kapanpun, karena di desa ini tradisi tradisi seperti ini sudah di mulai dari dahulu, menerapkan asas kerukunan dan kegotong royongannya luar biasa di junjung tinggi setiap warganya, dimulai bekerja bakti sepeti seperti ini, bertahziah orang meninggal dll.

“Dan insyaallah dengan kekompakan seperti ini kampung akan terasa aman dan sejahtera,” Pungkasnya.

Caption : jalan penghubung antara Desa Tembalangan ke Desa Mbetek sebagai alternatif macet.Di renovasi warga tembalangan.(Yono)

Sementara bang Joe selaku sekretaris RW 02 tentu juga sangat mengapresiasi kegotong royongan warga seperti ini.

“Kami melihat hal ini sangat positif, kerja sama dan gotong-royong antar warga menjadi budaya yang menyatukan dan memperkuat silaturahmi.

Ketika PPKM sudah mulai longgar, muncullah wacana dari warga dan disampaikan pak RT untuk kerja bakti, warga pun sangat antusias mengerjakannya,” Urainya.

Warga tidak menunggu kucuran dana dari Pemerintah Daerah. Mereka berinisiasi untuk swadaya dan dari kas RT.

“Kita sudah mengajukan dana Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dari Pemda Melalui kelurahan / kecamatan, akan tetapi dananya belum turun,” ungkapnya.

“Disatu sisi jalan ini makin lama makin rusak sehingga di adakan swadaya sendiri dengan total rincian perbaikan dengan Volume pengerjaan 120 meter persegi, menghabiskan 107 sak semen Gresik, 13 colt Pasir dan 11 colt koral,”Jelasnya.

“Dan kemungkinan bilamana dana itu turun pasti kita gunakan untuk proyek selanjutnya yang ada di sini,” Tukasnya.

Ketika di tanya kerukunan dan kekompakan yang di lakukan warganya ia menjelaskan dengan bangga bahwa, ya seperti ini mas warga Desa Tembalangan umumnya.

“Kita juga mempunyai slogan “bergotong royong bersama dan hasilnya dipakai untuk bersama sama. kan ini kampung kampunge dewe, ” ujarnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya di wilayah kami RT 04 dan umumnya Rw 02 desa Tembalangan ini memang masyarakatnya dari dulu terkenal kekompakan dan kerukunannya.

Bang joe, juga berharap semoga kerukunan ini tetap terjalin, dimana tradisi tradisi seperti ini akan terus berlanjut hingga anak cucu kedepan, karena ini adalah kampung kita sendiri tentu semua alur cerita kita yang memulainya.

“Semoga kegotong royongan seperti ini biasa menjadi contoh yang baik buat semuanya,”Tegasnya.(Yono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.