ICMI Kota Malang Siap Wujudkan Kelurahan Cendekia

Foto: Pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Malang(Agus N)

Sabtu, 16 Juli 2022

Malangpariwara.com – Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Malang resmi dilantik.

Kegiatan yang digelar di hotel Grand Mercure, Sabtu (16/7/2022) ini mengambil tema “Membangun Desa/Kelurahan Cendekia di Era Ekonomi Digital: Tantangan dan Solusi dalam Upaya Mencerdaskan dan Menyejahterakan Masyarakat.

Usai dilantik, Ketua Majelis Pengurus Orda ICMI Kota Malang Prof Dr Ir Imam Santoso MP menyampaikan, sesuai dengan tema yang diangkat, ICMI Kota Malang akan berkolaborasi dengan pemerintah. Untuk memilih desa atau kelurahan Cendekia di Kota Malang yang nantinya akan menjadi model binaan dari ICMI.

“Apa yang nanti bisa kita tingkatkan dari sisi status SDGs, dari kemandirian pangannya, kemandirian energi, termasuk kemandirian dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.

Ketua Majelis Pengurus Orda ICMI Kota Malang Prof Dr Ir Imam Santoso MP(Agus N)

Menurutnya, guna mewujudkan Kelurahan Cendekia, akan dilakukan akselerasi melalui sejumlah program terintegrasi dengan seluruh stake holder. Apalagi di Kota Malang ini memiliki banyak pakar. Mulai dari pakar pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, pertanian dan sebagainya.

“Setelah ini tim akan melakukan observasi sehingga bisa ditentukan kelurahannya dimana. Nanti kita akan keroyok bareng, sehingga akan menjadi suatu model desa cendekia,” terang Imam.

Lebih lanjut disampaikan Imam, melalui program kelurahan cendekia ini mampu meningkatkan SDGs di wilayah tersebut. Salah satunya dari sisi pendidikan masyarakatnya harus lebih bagus dari yang lain. Misalnya harus tuntas belajar 100 persen dan yang studi lanjut ke perguruan tinggi harus lebih banyak lagi.

“Termasuk kita ingin mengembangkan model pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Walaupun pemerintah daerah termasuk dinas pendidikan sudah konsen pada masalah ini. Tapi mungkin kita harus memberikan perhatian yang lebih,” imbuhnya.

Kemudian para pemuda yang melakukan usaha-usaha ekonomi produktif harus lebih banyak. Jangan sampai ada celah untuk pengangguran yang lebih besar. Ini harus bisa dikurangi melalui program-program yang berpihak kepada potensi yang mereka miliki.

“Diharapkan ICMI kedepan bisa menjadi mesin turbo. Geraknya cepat dan bermanfaat. Sehingga ICMI nanti mampu menghasilkan model kelurahan yang menjadi percontohan di Kota Malang. Bahkan akan menjadi role model di Jawa Timur maupun Nasional,” tegasnya.

Senada, Sekretaris Pengurus Majelis Wilayah Jawa Timur, Ir. Pitono Nugroho menegaskan, dibutuhkan kolaborasi baik dengan birokrasi maupun akademisi di kampus. Mengingat persoalan-persoalan yang kompleks tersebut tidak mungkin diselesaikan oleh satu institusi saja.

“Sebagai gerakan intelektual, ICMI juga berperan memberi masukan dan respon maupun sikap terkait berbagai masalah. Seperti tentang Islamophobia hingga masalah LGBT, tapi juga bisa terkait politik meskipun bukan gerakan politik,” tukasnya.

Menurut Pitono, pelantikan pengurus ini juga menjadi momen untuk menata kembali dan konsolidasi. Sehingga ICMI menjadi kekuatan akal sehat, khususnya menjelang tahun 2024 agar masyarakat tidak teradu domba.

“ICMI hadir sebenarnya untuk mewujudkan tatanan masyarakat madani dengan ridho Allah serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Ada ruang yang harus diisi baik itu pendidikan, kesehatan, sosial maupun ekonomi. Di sinilah peran ICMI yang sesungguhnya,” tandasnya.(Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.