Reses Akhir Tahun Arief Wahyudi Rembukan Soal Pasar, Pokir Dewan, UMKM Hingga Layanan BPJS Kesehatan

Foto bersama warga kelurahan Kasin Reses DPRD Arief Wahyudi dapil Klojen(Djoko W)

Minggu, 4 Desember 2022

Malangpariwara.com
Dua hari berturut turut Reses di akhir tahun 2022 Arief Wahyudi Rembukan bareng warga dua kelurahan; Sukoharjo dan Kasin dihadiri ketua RT, RW, LPMK, PKK, pelaku UMKM, karang taruna serta banyak tokoh agama maupun masyarakat lainnya.

Selain itu juga nampak hadir Babinsa Bhabinkamtibmas linmas tiap kelurahan masing masing .

Hari pertama Reses di Kelurahan Sukoharjo(Djoko W)

Hari pertama Jum’at (02/12/22) Warga Kelurahan Sukoharjo los bebas menyampaikan uneg-uneg dan pemikirannya dalam Reses Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi SH, di Aula Kantor Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen Kota Malang.

Masalah kelanjutan pembangunan Pasar Besar Malang (PBM) menjadi pembahasan menarik.

Tim AW menerima tamu warga Sukoharjo(Djoko W)

Warga yang hadir dalam reses ini sebagian juga merupakan warga pedagang PBM. Yang bertahun tahun lamanya menanti kepastian revitalisasi PBM. Mereka meminta PBM bisa segera direvitalisasi.

“Karena Pabes ini jadi sentra ekonomi Kota Malang. Saat ini kondisinya sangat tidak layak. Kita mau masuk dari depan aja susah, banyak yang harus diperbaiki. Itu sentra ekonomi Kota Malang,” tutur salah satu warga pedagang PBM.

Tidak hanya itu warga juga mengusulkan penataan Pasar Wisata Malam yang selama ini beroperasi di kawasan PBM. Pasar Wisata Malam yang dikelola Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang ini dianggap masih belum terkelola dengan baik. Sehingga terkesan kotor.

Foto bersama tokoh warga Kelurahan Sukoharjo(Foto:Djoko W)

Arief menjelaskan warga mengusulkan Pasar Wisata Malam ini bisa ditata lebih baik lagi. Salah satunya tidak menggunakan tenda-tenda bongkar pasang akan tetapi difasilitasi Pemkot Malang seperti menggunakan kendaraan berupa mobil terbuka. Agar warga pedagang pasar wisata malam bisa menata dengan baik dan lebih cepat bongkar pasangnya sehingga lebih tertib dan bersih.

“Saya pikir ini usulannya menarik. Nanti coba saya bahas kembali dengan dinas terkait memang kalau yang seperti ini butuh penataan dan memang akan ada kajian lebih detail tapi menarik,” tegas Arief.

Selain masalah pasar, wakil rakyat Dapil Klojen ini juga menerima aspirasi masyarakat yang mengeluhkan tentang fasilitas kesehatan. Tidak sedikit warga Kelurahan Sukoharjo yang masih belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Terkait hal ini Arif mengatakan akan segera Menindaklanjuti melalui perangkat-perangkat daerah dan kemudian bisa diteruskan kepada dirinya dan anggota dewan lainnya.

“fasilitas dasar kesehatan terutama fasilitas yang diberikan Pemkot Malang sudah banyak. Dan harus dioptimalkan karena Pemkot Malang sudah mengatur anggarannya sendiri untuk program Universal Health Coverage,” tandaasnya.

Warga Kelurahan Kasin (Djoko W)

Lebih lanjut pada hari kedua di Kelurahan Kasin Arief Wahyudi atau yang akrab di panggil AW mengatakan bahwa dari dua Kelurahan yang di kunjungi usulan terbanyak mengenal peningkatan ekonomi Masyarakat.

“Dari berbagai usulan baik di Kasin maupun Sukoharjo, mereka justru fokusnya di peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan. sehingga banyak pelatihan-pelatihan yang ditunggu oleh masyarakat khususnya terkait dengan pemasaran produk. Dan ini yang kita dorong agar lebih aplikatif apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Malang untuk UMKM yang ada di Kota Malang.

Reses hari ke dua di Kelurahan Kasin(Djoko W)

Sampling di dua kelurahan dirasa cukup mewakili. Karena di kelurahan lain pun juga menyatakan hal yang sama walaupun tidak melalui reses tetapi masukan itu ada.

“Sehingga ini yang akan kita dorong. Tapi yang menarik saya harus hadir di musrembang kelurahan Untuk menyerap aspirasi masyarakat. Mana saja yang tidak terserap di musrembang mungkin bisa kita pakai sebagai materi pokir. Walaupun sebetulnya di tahun-tahun sebelumnya sudah kami lakukan. Tetapi usulan itu ternyata muncul lebih kuat lagi dan itu akan segera kami lakukan,” urainya.

“Khusus kelurahan kasin ternyata ada jembatan Kayu yang belum terkerjakan. Dan ini menjadi super prioritas. Tidak tahu bagaimana caranya nanti pemerintah kota untuk segera bisa merealisasikan rencana pembangunan jembatan kayu yang menghubungkan antara kelurahan Kasin dan Kecamatan Sukun. Dan ini akan kita dorong untuk lebih cepat terealisasikan,” imbuh politisi Senior Partai Kebangkitan Bangsa.

Salah satu Ketua RT di Kelurahan Kasin pelaku UMKM (Djoko W)

Disinggung keinginan pelaku UMKM terkait pendampingan perizinan dan marketnya, AW berkomentar, “Sebetulnya warga-warga ini banyak yang berproduksi. Tetapi lemah di pemasaran. Maka sistem pemasaran ini kalau bisa masuk ke link nya Pemkot itu sudah cukup bagus,” terangnya.

Dinas koperasi perindustrian dan perdagangan Pemkot Malang itu sudah komitmen bahwa akan mempermudah urusan-urusan perijinan, peningkatan kualitas, pemasaran.

Salah satu ketua RW minta puskesmas Bareng di Pindah dianggap tidak layak .akses kendaraan dan ambulan tidak bisa masuk(Djoko W)

Dari tamu reses di Kasin juga mengeluhkan terkait keberadaan Puskesmas Bareng yang jauh dari kata layak sebagai kantor pelayanan kesehatan. Bagaimana tidak, dilihat dari infrastruktur saja Sudah tidak masuk karena harus masuk gang sempit.

Rencana relokasi Puskesmas Bareng ke jl Garbis sudah matang dan mendapat persetujuan baik dari Legislatif maupun eksekutif mendadak batal dengan alasan pemanfaatan kebun bibit.

“Memang sangat saya sayangkan ketika kita sudah menemukan lokasi baru di Jalan Garbis ternyata itu tidak bisa dilaksanakan oleh Pemkot Malang. Karena terkendala, itu merupakan kebun pembibitan. Untuk itu saya minta kepada Pemkot Malang. Lahan milik aset Pemkot Malang di jalan Bondowoso itu sebagian bisa untuk memindahkan puskesmas Bareng. Karena Bareng kondisinya sudah sangat tidak representatif. Semoga bisa segera terbangun di jalan Bondowoso. Pemerintah sudah merencanakan DED. Nilainya bisa lebih besar karena lahannya lebih besar,” pungkas AW.(Djoko W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.