Pemkot Malang Rancang Aplikasi Belanja Produk UMKM

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat audiensi dinas dengan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang, di Ruang Rapat Walikota, Kamis (12/1/2022).(humas)

Jum’at, 13 Januari 2022

Malangpariwara.com Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi lokal melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai program dan inovasi dikembangkan agar UMKM dapat mengikuti perkembangan proses digitalisasi dan dapat segera naik kelas.

Hal ini disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat audiensi dinas dengan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang, di Ruang Rapat Walikota, Kamis (12/1/2022).

Walikota Malang Drs.H.Sutiaji(foto: Humas)

Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, Pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan komunitas khususnya start up tengah merancang aplikasi untuk memudahkan belanja produk UMKM.

Hal ini juga menjadi bagian dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital di Kota Malang. Melalui aplikasi tersebut, Walikota Sutiaji mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang untuk membeli produk-produk UMKM lokal.

“Bahwa filosofi yang akan kita kembangkan adalah satu, tingkat kepedulian ASN terhadap UMKM. Termasuk kepedulian terhadap eksisting UMKM, yang berarti ada yang membeli. Jadi bagaimana juga memviralkan UMKM tersebut, kalau ada yang membeli maka demandnya nambah,” pungkas Walikota Sutiaji.

Setelah kepedulian yang kedua adalah pemberdayaan, lanjut Walikota Sutiaji. Hal ini akan menumbuhkan dan memberdayakan UMKM tersebut di mana mereka akan terus berkompetisi karena dipilih oleh pembeli. Cara perkembangannya salah satunya melalui monitoring dan evaluasi, misalnya review pembeli terhadap UMKM.

Pada kesempatan tersebut Walikota menekankan dua aspek penting yang dikembangkan dalam merancang aplikasi belanja UMKM tersebut. Pertama aspek kemudahan, di mana aplikasi dapat dengan mudah diakses.

“Yang kedua adalah kebutuhan. Yakni kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh ASN dan masyarakat. Seperti sembako, membeli beras, minyak, telur, gula dan lain-lain. Ini menjadi perhatian, yang ketiga ada keterpaduan dalam sistem pembayaran baik COD dan cashless,” pesan Walikota Sutiaji.

Diharapkan upaya Pemkot untuk memajukan UMKM melalui pengembangan aplikasi belanja dapat menguatkan perputaran roda perekonomian di Kota Malang. Di mana ASN juga turut berperan memajukan UMKM dengan membeli serta menggunakan produk-produk UMKM.(Djoko W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.