Tumbuhkan Kemampuan Desa Mandiri, PKM Polinema Beri Pelatihan Managemen EO di Desa Tulus Besar

Minggu, 7 Juli 2024

Malangpariwarara.com
Politeknik Negeri Malang melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menggelar kegiatan “Pelatihan Event Management Lanjutan Untuk Menumbuhkan Kemampuan Event Organizer (EO)” di Desa Tulusbesar.

Ririn Pratiwi Suharto, S.S., M.Hum ketua pengabdian kepada masyarakat (PMK) Polinema mengatakan, bahwa kegiatan yang tergelar pada 1 Juli 2024 di Aula Kantor Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini dalam rangka kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Tim PKM Polinema kembali mengelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui desa mitra yang berlokasi di Desa Tulusbesar,” jelasnya.

Ririn Pratiwi Suharto, S.S., M.Hum., dibantu oleh anggota tim pengabdian terdiri dari 5 orang dosen dari Jurusan Administrasi Niaga dan Teknik Mesin, serta 6 mahasiswa dari Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Malang.
Ririn Pratiwi Suharto, S.S., M.Hum.

Lebih lanjut Ririn mengatakan bahwa latar belakang diadakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah kurangnya pengetahuan tentang manajemen event lanjutan untuk kegiatan penyelenggaraan pertunjukan seni dan budaya, khususnya masyarakat Desa Tulusbesar. Dengan demikian, desa Tulusbesar sebagai mitra Polinema belum optimal dalam melaksanakan penyelenggaraan event seni budaya karena masih membutuhkan bantuan dari pihak luar.

“Kegiatan Pengabdian ini dikemas dalam bentuk pelatihan Manajemen Event Lanjutan yang didalamnya terdapat praktik sederhana untuk menyelenggarakan Event Seni Budaya dipandu oleh Andi Reza Maulana, M.Pd., selaku anggota tim pengabdian.

Peserta pelatihan terdiri dari pemuda desa dan pemerintah desa yang pernah terlibat dalam kegiatan penyelenggaraan event di Desa Tulusbesar.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tulusbesar, yang terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Pelatihan tersebut juga dibekali dengan kemampuan Event Organizer (EO) sehingga mitra disiapkan untuk mampu menyelenggarakan event seni dan budaya secara mandiri tanpa bantuan dari pihak luar.

Dengan demikian, mitra tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang materi Pelatihan Manajemen Event, tetapi juga belajar mempraktikkan penyelenggaraan Event Seni Budaya yang diminati wisatawan.

“Mitra juga dibekali pemanfaatan teknologi praktik menyelenggarakan event sederhana dengan bantuan Augmented Reality”, ujar Dhony Manggala Putra, S.E., M.M., selaku anggota tim pengabdian.

Harapan dari pelaksanaan PKM ini yaitu Polinema dapat membantu memberdayakan desa mitra, khususnya desa Tulusbesar dalam rangka mewujudkan desa wisata seni budaya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan sebagai peluang bagi institusi untuk mengembangkan kemajuan IPTEKS di mayarakat. (Djoko W)

Informasi Polinema (Klik disini) www.polinema.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *