Malangpariwara.com – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 di Universitas Brawijaya diikuti sebanyak 16.225 peserta.
Ujian ini digelar selama enam hari dengan total sebelas sesi.
Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan, UB menyiapkan 67 ruang ujian yang tersebar di 16 fakultas serta Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI).
Selain itu, tersedia 1.540 unit komputer utama dan 165 komputer cadangan sebagai antisipasi jika terjadi kendala teknis.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Imam Santoso, menegaskan bahwa pihak kampus telah memastikan kesiapan seluruh infrastruktur pendukung.
Mulai dari komputer, jaringan, CCTV, hingga perangkat pendukung seperti UPS dan genset telah disiapkan di setiap lokasi ujian guna mengantisipasi gangguan, termasuk pemadaman listrik.
“Tak hanya itu, aspek keamanan juga diperkuat dengan penggunaan metal detector serta sterilisasi ruangan sebelum ujian berlangsung,” ujarnya.
Lebih lanjut Imam menyampaikan jika seluruh sistem jaringan dan perangkat komputer telah melalui uji coba berkala untuk menjamin stabilitas saat digunakan secara bersamaan oleh ribuan peserta.
“Dari sisi sumber daya manusia, UB melibatkan 455 personel yang terdiri atas pengawas, teknisi ruang, penanggung jawab lokasi (PJL), penanggung jawab teknologi informasi (PJT), serta admin TI,” ungkapnya.
Pengawasan pelaksanaan UTBK tahun ini juga diperketat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain pengawasan langsung oleh petugas, UB turut memanfaatkan dukungan teknologi serta membentuk sembilan tim monitoring dan evaluasi (monev) guna memastikan ujian berjalan tertib dan transparan.

Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama adalah ketelitian dalam verifikasi identitas peserta, terutama bagi peserta penyandang disabilitas.
“Tahun ini, UTBK di UB diikuti oleh 13 peserta difabel, terdiri dari enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra,” sebutnya.
Untuk mendukung mereka, UB menyediakan akses ruang ujian yang ramah disabilitas, fasilitas khusus, hingga pendamping selama ujian berlangsung.
Pengawas pun diimbau memahami kebutuhan masing-masing peserta agar pelaksanaan ujian tetap berjalan sesuai prosedur tanpa mengurangi kenyamanan.
Sementara itu, Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, Rosihan Asmara, menegaskan pengaturan akses kendaraan di area kampus.
Kendaraan pengantar, termasuk ojek daring, hanya diperbolehkan sampai di gerbang kampus guna menjaga ketertiban selama ujian berlangsung.
Pada jalur SNBT 2026, UB mencatat jumlah peminat mencapai 66.412 pendaftar. Rinciannya, 37.575 peserta memilih UB sebagai pilihan pertama, 30.199 pilihan kedua, 7.123 pilihan ketiga, dan 7.716 pilihan keempat.
Dari jumlah tersebut, para peserta akan memperebutkan total kuota sebanyak 5.793 kursi yang tersedia di UB.
Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, UB optimistis pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.
Prof. Imam juga menegaskan komitmen UB dalam membuka akses pendidikan bagi semua kalangan.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa yang diterima dan berasal dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan pendidikan.
“Bagi mahasiswa yang diterima dan berasal dari keluarga tidak mampu, dapat mengajukan beasiswa maupun keringanan UKT melalui skema yang telah disediakan kampus,” tandasnya.
( Djoko W)






