Malangpariwara.com – Terpilih sebagai Ketua DPC PKB Kota Malang periode 2026–2031, Hikmah Bafaqih langsung menyiapkan langkah percepatan untuk memperkuat mesin partai.
Konsolidasi internal dan eksternal menjadi agenda pertama yang akan dijalankan guna memastikan PKB mampu menjawab tantangan politik dan kebutuhan masyarakat Kota Malang yang terus berkembang.
Bagi Hikmah, amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat posisi PKB sebagai partai yang dekat dengan masyarakat sekaligus adaptif terhadap dinamika perkotaan.
“Yang pertama akan kami lakukan adalah konsolidasi internal dan eksternal bersama seluruh stakeholder serta kekuatan-kekuatan yang selama ini mendukung PKB,” ujar Hikmah, Jumat (12/6).
Langkah konsolidasi tersebut dinilai penting untuk menyatukan visi dan energi seluruh kader setelah proses pergantian kepengurusan.
Selain memperkuat struktur organisasi, konsolidasi juga diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, komunitas pemuda hingga kelompok profesi.
Menurut Hikmah, tantangan politik di Kota Malang memiliki karakteristik tersendiri. Sebagai kota pendidikan dan pusat aktivitas ekonomi serta jasa, Kota Malang dihuni masyarakat yang heterogen dengan kebutuhan dan aspirasi yang beragam.
Kondisi ini menuntut pendekatan politik yang berbeda dibanding daerah lain.
Ia menegaskan bahwa DPP PKB telah menyiapkan peta jalan perjuangan partai yang menjadi acuan seluruh struktur di daerah. Namun implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat setempat agar program yang dijalankan benar-benar relevan.
“Kami tinggal menyesuaikan dengan situasi riil di Kota Malang. Sentuhan yang berbeda tentu harus dilakukan karena masyarakat Kota Malang memiliki karakter urban dan menjadi kota pendidikan, tetapi di sisi lain masih terdapat wilayah-wilayah yang memiliki nuansa pedesaan,” jelasnya.
Karakter ganda Kota Malang tersebut, lanjut Hikmah, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PKB untuk menghadirkan model politik yang lebih inklusif.
Pendekatan kepada kalangan mahasiswa, generasi muda, dan masyarakat perkotaan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kedekatan dengan basis masyarakat akar rumput yang selama ini menjadi kekuatan partai.
Tak hanya fokus pada penguatan struktur, Hikmah juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Ia menegaskan PKB Kota Malang akan merangkul berbagai pihak yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan kepedulian terhadap pembangunan politik yang sehat.
Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya berfungsi sebagai kendaraan elektoral. Lebih dari itu, partai harus mampu menjadi ruang pendidikan politik bagi masyarakat sekaligus jembatan yang menghubungkan aspirasi warga dengan kebijakan publik.
“Kami akan mengundang semua pihak yang memiliki kompetensi dan perhatian terhadap PKB untuk bersama-sama membangun dan membesarkan partai. PKB harus menjadi institusi politik yang mampu menjalankan fungsi edukasi politik dan mengagregasi aspirasi masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kepemimpinan Hikmah Bafaqih di DPC PKB Kota Malang diharapkan membawa energi baru bagi partai berlambang bola dunia tersebut.
“Dengan kombinasi konsolidasi organisasi, adaptasi terhadap karakter masyarakat urban, serta keterbukaan terhadap kolaborasi lintas elemen, PKB Kota Malang bersiap memasuki fase baru untuk memperkuat perannya di tengah masyarakat menjelang berbagai agenda politik mendatang,” tegasnya.(Djoko W)






