GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Perkuat Ambisi Jadi Pusat Pendidikan Medis Berkelas Nasional

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang kesehatan.

Kampus Putih resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berdiri megah di kawasan Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6).

Gedung setinggi 45 meter dengan 11 lantai tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan medis modern bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).

Penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.(Djoko W)

Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyebut kehadiran GKB 5 sebagai bukti nyata konsistensi UMM dalam membangun tradisi kemajuan dan inovasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Menurut Haedar, UMM telah menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kampus yang menjadi rujukan kemajuan bagi PTMA di Indonesia.

Berbagai capaian yang diraih UMM dinilai lahir dari budaya akademik yang mendorong sivitas akademika untuk terus berpikir visioner, berinovasi, dan berorientasi pada masa depan.

“UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haedar menilai GKB 5 bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komitmen UMM dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor kesehatan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga medis profesional, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan akhlak yang kuat.

Ia menegaskan, keberadaan GKB 5 yang terintegrasi dengan Rumah Sakit UMM akan semakin memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan yang mampu melahirkan tenaga medis berkompeten sekaligus berjiwa kemanusiaan.

“Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tambahnya.

Sambutan Rektor UMM, Nazaruddin Malik.(Ist)

Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menjelaskan bahwa pembangunan GKB 5 memiliki nilai strategis karena dikerjakan secara mandiri oleh sumber daya internal kampus.

Proyek yang mulai dirintis sejak 2023 tersebut merupakan hasil kolaborasi para ahli dan tenaga profesional UMM, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” jelasnya.

Berdiri di atas lahan seluas dua hektare, GKB 5 dirancang dengan konsep green building yang mengedepankan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Bangunan tahan gempa tersebut memaksimalkan pencahayaan alami, memiliki sistem sirkulasi udara yang sehat, serta dilengkapi teknologi pengelolaan limbah yang terpisah sesuai standar fasilitas pendidikan kesehatan modern.

Tak hanya itu, gedung ini juga menghadirkan puluhan laboratorium berstandar internasional, ruang pembelajaran berbasis teknologi, fasilitas olahraga, hingga auditorium representatif yang mendukung kegiatan akademik maupun pengembangan kompetensi mahasiswa.

Bagi UMM, investasi besar pada infrastruktur pendidikan kesehatan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan dunia medis yang semakin kompleks.

Integrasi antara pendidikan, penelitian, dan layanan kesehatan melalui keberadaan Rumah Sakit UMM diyakini akan memperkuat kualitas lulusan sekaligus meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan kesehatan nasional.

Nazaruddin berharap peresmian GKB 5 menjadi momentum baru bagi UMM untuk terus memperluas kontribusi bagi bangsa melalui pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.

“Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.

Hadirnya GKB 5 menandai babak baru pengembangan pendidikan kesehatan di UMM. Lebih dari sekadar gedung perkuliahan, fasilitas ini menjadi representasi visi besar kampus dalam membangun pusat pendidikan medis modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, riset, serta nilai-nilai keislaman.

Dengan langkah tersebut, UMM semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam mencetak tenaga kesehatan unggul yang siap menjawab tantangan nasional maupun global.(Djoko W)