BPJS Kesehatan Perkuat Transformasi Layanan JKN, Prihati Pujowaskito: Masyarakat Harus Semakin Mudah Mengakses Pelayanan

Malangpariwara.com – Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk terus memperkuat transformasi layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar semakin mudah diakses masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam pemaparan secara daring dari Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Prihati menjelaskan, transformasi layanan tidak hanya dilakukan melalui penguatan jaringan kantor, tetapi juga dengan menghadirkan berbagai inovasi digital dan layanan jemput bola sehingga peserta JKN dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

Hingga 31 Desember 2025, BPJS Kesehatan memiliki jaringan pelayanan yang terdiri atas satu kantor pusat, 12 kantor kedeputian wilayah, 126 kantor cabang, 387 kantor kabupaten/kota, serta didukung 10.214 pegawai yang melayani peserta di seluruh Indonesia.

Selain itu, BPJS Kesehatan terus mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi. Layanan BPJS Keliling mencatat 690.227 transaksi yang tersebar di 30.317 titik layanan, sedangkan pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) menghasilkan 736.288 transaksi di 265 lokasi.

Paling depan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalan acara penyampaian transformasi layanan Program JKN secara daring dari Jakarta, Kamis (2/7/2026). ( Djoko W)

Menurut Prihati, pendekatan jemput bola juga diperkuat melalui kunjungan mitra ke rumah-rumah warga, serta pemberdayaan 6.281 Agen PESIAR dan 1.171 Kader JKN yang berperan memberikan edukasi, advokasi, hingga membantu proses pendaftaran peserta.

Kemudahan juga diberikan dalam pembayaran iuran JKN. BPJS Kesehatan kini menyediakan 955.470 kanal pembayaran yang dapat diakses melalui perbankan, minimarket, e-commerce, maupun berbagai merchant ritel.

Untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran, BPJS Kesehatan menerapkan berbagai strategi digital.

Sepanjang 2025, telekolekting berhasil menghimpun pembayaran tunggakan sebesar Rp1,55 triliun, sementara pengiriman WhatsApp Blast menghasilkan pembayaran tunggakan sebesar Rp1,49 triliun.

Di sisi lain, Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) telah dimanfaatkan sekitar 1,2 juta peserta dengan nilai pelunasan tunggakan mencapai Rp355,53 miliar.

Sebanyak 9.824.327 peserta juga telah memanfaatkan layanan autodebit sehingga pembayaran iuran dilakukan secara otomatis setiap bulan.

Transformasi pelayanan turut diterapkan di fasilitas kesehatan melalui sistem Antrean Online yang telah digunakan di 20.613 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.170 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Sistem ini memungkinkan peserta mengambil nomor antrean dari rumah sehingga waktu tunggu pelayanan menjadi lebih efisien.

Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta juga dapat menikmati beragam layanan digital, mulai dari antrean online, pengecekan jadwal praktik dokter, ketersediaan tempat tidur rumah sakit, jadwal operasi, layanan telemedicine, pencarian fasilitas kesehatan terdekat, hingga pengingat minum obat bagi pasien tuberkulosis.

Prihati menegaskan, berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan untuk menghadirkan pelayanan JKN yang semakin mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh peserta di Indonesia.(Djoko W)