Malangparirawa.com – Peluang masuk kampus vokasi makin terbuka lebar. Politeknik Negeri Malang atau Polinema resmi menggelar seleksi mahasiswa baru jalur Mandiri 2026 dengan membuka tiga jalur sekaligus: SMKPN Konsorsium, Mandiri Prestasi, dan Mandiri UTBK.
Langkah ini diambil Polinema untuk mengakomodasi tingginya animo calon mahasiswa yang belum lolos SNBP maupun SNBT.
Uniknya, lewat jalur Konsorsium Politeknik Negeri Se-Indonesia atau SMKPN, peserta bisa memilih hingga empat program studi lintas politeknik tanpa harus datang ke kota tujuan.

Direktur Polinema Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. menjelaskan, SMKPN menggunakan bank soal standar nasional. Artinya, tes yang dikerjakan di Malang nilainya berlaku juga untuk politeknik negeri lain di Indonesia.
“Misal pilihan 1-2 di Polinema, pilihan 3-4 bisa di politeknik Sulawesi atau Kalimantan. Calon mahasiswa dari luar pulau cukup tes di Malang, tidak perlu bolak-balik. Ini memotong biaya dan memperluas peluang lolos,” kata Supriatna, Jumat (5/6/2026).
Tahun ini ujian SMKPN di kampus utama Polinema Malang sudah full Computer Based Test. Sebanyak 1.086 peserta terdaftar dan dibagi dalam tiga hari tes: Jumat, Sabtu, dan Senin.
Sekitar 10-15% di antaranya memanfaatkan slot pilihan 3-4 untuk politeknik lain. Tes serupa juga digelar di kampus cabang Polinema Kediri, Pamekasan, Lumajang, plus 30 peserta tes online jarak jauh.
Bagi yang punya rekam jejak prestasi, Polinema menyiapkan Jalur Mandiri Prestasi. Jalur ini jadi “jalan tol” bagi juara 1-3 olimpiade, olahraga, Paskibraka provinsi, hingga Hafiz Qur’an minimal 5 juz tingkat kota sampai internasional.
Yang paling menarik, Polinema punya “Golden Ticket”. Penghargaan khusus atau aktivitas berprestasi tertentu bisa langsung diapresiasi tanpa tes seleksi yang berbelit.

Sementara Jalur Mandiri UTBK menyasar peserta SNBT bernilai tinggi tapi gagal karena ketatnya daya tampung. Jalur ini murni pakai nilai UTBK, tanpa tes ulang.
“Intinya kami ingin memberi ruang seluas-luasnya. Yang prestasi kami hargai, yang nilainya bagus tapi belum beruntung kami kasih kesempatan kedua,” timpal Wakil Direktur 1 Bidang Akademik Polinema Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM.
Dengan tiga jalur ini, Polinema berharap tidak ada calon mahasiswa potensial yang terlewat hanya karena satu kali gagal seleksi.(Djoko W)






