Wujudkan Dapur Sehat, Mahasiswa FTAB UB Edukasi Ibu-Ibu PKK Ketawanggede Terapkan Keamanan Pangan Rumah Tangga

MALAMGPARIWARA.COM – Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK).

Kali ini, mereka memberikan edukasi mengenai keamanan pangan rumah tangga kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Ketawanggede di Kantor Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (22/6/2026).

Mengusung tema keamanan pangan sederhana, kegiatan ini membahas berbagai aspek penting dalam pengolahan makanan, mulai dari personal hygiene, pencegahan kontaminasi silang (cross contamination), hingga penerapan konsep Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sederhana melalui studi kasus pengolahan ayam goreng dan sayur bayam.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan sejak tahap pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menerapkan praktik pengolahan pangan yang aman, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha pangan skala kecil sehingga menghasilkan produk yang lebih sehat dan berkualitas.

Materi disampaikan oleh tim mahasiswa Kelompok 25 Program 3M FTAB UB, yakni Serli Ismawati, Wayan Aurea, dan Zevania Pricilla, di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Retno Damayanti, STP., M.P.

Penyampaian materi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pentingnya menjaga kebersihan diri sebelum dan selama mengolah makanan, mengenali risiko kontaminasi silang antar bahan maupun peralatan masak, hingga mengidentifikasi titik kendali kritis dalam proses memasak.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, bahkan turut berbagi pengalaman mengenai kebiasaan memasak sehari-hari yang kemudian dibahas bersama untuk menemukan solusi yang lebih aman.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, Esti Karuniawati, S.T., M.T., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sosialisasi ini memberikan pengetahuan sekaligus kebiasaan baik yang dapat langsung diterapkan oleh ibu-ibu di rumah. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus dipraktikkan dan memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Serli Ismawati yang membawakan materi mengenai personal hygiene menegaskan bahwa kebersihan diri merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan pangan, meski sering kali dianggap sepele.

“Banyak yang belum sadar kalau kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar sebelum mengolah makanan atau menjaga kebersihan kuku dan pakaian saat memasak sangat berpengaruh terhadap keamanan pangan. Jika personal hygiene sudah diterapkan dengan baik, risiko kontaminasi makanan dapat ditekan sejak awal,” jelasnya.

Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah pendekatan pembelajaran yang mengangkat contoh-contoh nyata dari aktivitas memasak sehari-hari.

Dengan metode tersebut, materi yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami sekaligus relevan dengan kondisi yang dihadapi peserta di rumah.

Melalui pendekatan aplikatif tersebut, masyarakat tidak hanya memahami konsep keamanan pangan secara teori, tetapi juga mampu mengenali potensi bahaya serta menerapkan langkah-langkah pencegahannya secara mandiri.

Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya konsumsi pangan yang lebih aman, sehat, dan berkualitas di lingkungan keluarga.

Melalui Program 3M dan Kampung Lingkar Kampus, FTAB Universitas Brawijaya terus berkomitmen menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan praktik keamanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan penyakit akibat pangan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperluas akses edukasi bagi masyarakat.(Djoko W)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan