FH UMM Hadirkan 28 Industri di Legal Career Expo 2026, 640 Pencari Kerja Berebut Peluang Karier

MALANGPARIWARA.COM | MALANG – Sebanyak 640 pencari kerja memburu peluang karier di Legal Career Expo 2026 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM).

Digelar di Dome UMM pada 27–28 Agustus 2026, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, alumni, pencari kerja, dan masyarakat umum dengan 28 mitra industri dari berbagai bidang.

Legal Career Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang berburu lowongan pekerjaan. FH UMM menjadikannya sebagai ruang temu langsung antara dunia pendidikan dan industri untuk memperkuat kesiapan mahasiswa serta lulusan menghadapi persaingan dunia kerja.

Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai mahasiswa tingkat akhir dan alumni, lulusan perguruan tinggi lain, siswa SMA/SMK hingga masyarakat umum.

Mereka berkesempatan mengenal posisi pekerjaan yang tersedia, berdiskusi langsung dengan perusahaan, mengikuti walk-in interview, hingga mendapatkan informasi terkait proses rekrutmen.

Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, S.H., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperpendek jarak antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri.

“Legal Career Expo ini kami gagas agar dunia usaha dan dunia industri dapat lebih dekat dengan pendidikan tinggi, sehingga keduanya saling mengetahui kebutuhan masing-masing,” tegasnya.

Menurut Tongat, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori. Mahasiswa juga harus memiliki pengalaman berinteraksi dengan dunia profesional agar memahami kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri.

Ia menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan arah pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar ruang kelas. FH UMM juga terus mendorong mahasiswa agar mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, terserap sebagai tenaga profesional, maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Karier Tak Dimulai Setelah Lulus

Ketua Pusat Pendampingan Karier Mahasiswa FH UMM, Dwi Ratna Indri Hapsari, S.H., M.H., dalam Career Readiness Briefing: Cara Memaksimalkan Legal Career Expo, mengingatkan peserta agar tidak memandang expo hanya sebagai tempat mencari pekerjaan.

Menurutnya, kesiapan karier harus dibangun jauh sebelum seseorang menyandang status sebagai lulusan.

“Karier tidak hanya dibangun setelah lulus atau ketika sudah diterima bekerja. Karier dapat mulai dibangun sejak mahasiswa pertama kali menjalani perkuliahan dengan mengembangkan kompetensi, etos kerja, dan integritas,” urainya.

Peserta juga didorong mengubah pola pikir dari sekadar job seeker menjadi value creator. Artinya, lulusan hukum tidak hanya dituntut memiliki nilai akademik yang baik, tetapi juga mampu menawarkan kemampuan yang memberi nilai tambah bagi perusahaan maupun masyarakat.

Kemampuan memecahkan persoalan, memberikan pendampingan hukum, berkomunikasi, serta membaca peluang menjadi kompetensi yang semakin penting dalam membangun karier.

Industri Tekankan Attitude dan Integritas

Perspektif dunia korporasi turut memperkuat pesan pentingnya kesiapan nonakademik. Head of Industrial Relation Corporate PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Jefri Hari Akbar, S.H., M.H., mengingatkan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan kecerdasan emosional dan etika.

“Orang yang berilmu belum tentu beradab, tetapi orang yang beradab pasti berilmu. Dunia kerja membutuhkan pribadi yang memiliki attitude, disiplin, dan tanggung jawab,” imbuhnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif. Dunia industri tidak hanya mencari kandidat dengan latar belakang pendidikan sesuai, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan beradaptasi, bekerja dalam tim, berkomunikasi, menjaga integritas, serta menghadapi tekanan pekerjaan.

Legal Career Expo 2026 kemudian menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung seperti apa kebutuhan perusahaan dan kompetensi yang harus dipersiapkan sebelum memasuki dunia profesional.

Kehadiran 28 mitra industri juga memberikan gambaran lebih konkret mengenai pilihan karier bagi lulusan hukum. Peluang tidak hanya berada pada profesi hukum konvensional, tetapi juga terbuka di sektor korporasi dan berbagai bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan hukum serta keterampilan profesional.

Melalui kegiatan tersebut, FH UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pengembangan karier mahasiswa dan lulusan.

Pembelajaran di ruang kelas tidak lagi berdiri sendiri. Penguasaan teori hukum dipadukan dengan pengalaman, keterampilan, etos kerja, integritas, dan interaksi langsung dengan industri agar lulusan FH UMM semakin siap menghadapi kebutuhan dunia profesional yang terus berubah. (Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *