Panen Prestasi Internasional, MAN 2 Kota Malang Resmi Jadi Sekolah Garuda Transformasi Indonesia

MALANGPARIWARA.COM – Prestasi demi prestasi yang ditorehkan MAN 2 Kota Malang di tingkat nasional hingga internasional kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Madrasah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di Indonesia tersebut kini resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi Indonesia, sekaligus mempertegas posisinya sebagai madrasah penyumbang medali internasional terbanyak di bawah naungan Kementerian Agama.

Pengakuan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc., di kampus MAN 2 Kota Malang.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah itu dihadiri Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang H. Achmad Shalfan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan madrasah, guru, serta ratusan siswa kelas XI dan XII.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag memberikan motivasi sekaligus pembekalan karakter kepada para siswa. Menurutnya, prestasi akademik yang tinggi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, integritas, serta lingkungan belajar yang aman dan bebas dari praktik perundungan (bullying).

Di hadapan para siswa, guru, dan jajaran Pemerintah Kota Malang, Dyah Roro membagikan tiga prinsip yang menurutnya menjadi bekal penting untuk meraih cita-cita, termasuk menembus perguruan tinggi terbaik di dunia.

“Pertama, kita harus mengawali hari dengan rasa syukur. Kedua, harus selalu proaktif (proactive) dalam mengambil peluang belajar. Dan ketiga, kita harus berani keluar dari zona nyaman (get comfortable with the uncomfortable) agar bisa terus bertumbuh,” paparnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual dan nilai akademik yang tinggi tidak akan berarti tanpa diimbangi Emotional Quotient (EQ), integritas, dan akhlak yang baik.

Karena itu, Wamendag mengajak seluruh siswa untuk membangun budaya saling menghargai, menghormati, dan menyayangi antar sesama, sekaligus menghapus segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.

“Tinggikan budi pekerti dan sopan santun. Kakak kelas harus membimbing dan merangkul adiknya, tidak boleh ada lagi bullying. Keberhasilan masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita mampu bekerja sama dan menghargai keberagaman,” tegasnya.

Kanan Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. Samsudin, M.Pd.(Djoko W)

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. Samsudin, M.Pd. memaparkan perjalanan panjang madrasah yang kini menjadi salah satu rujukan pendidikan berbasis prestasi di Indonesia.

Ia menjelaskan, lembaga tersebut berawal dari Pendidikan Guru Agama (PGA) pada 1956, berubah menjadi MAN 3 Malang pada 1992, hingga akhirnya resmi menggunakan nama MAN 2 Kota Malang sejak 2018.

Saat ini MAN 2 Kota Malang membina 1.572 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Sebanyak 700 siswa tinggal di Ma’had Al-Qalam dengan sistem pendidikan berbasis asrama. Seluruh proses pendidikan didukung oleh 217 guru dan tenaga kependidikan.

Menurut Samsudin, budaya akademik yang dibangun selama puluhan tahun telah melahirkan berbagai capaian membanggakan.

Sepanjang 2025, siswa MAN 2 Kota Malang berhasil mengoleksi 1.139 trofi dan penghargaan dari berbagai ajang kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Atas konsistensi tersebut, Kementerian Agama RI menetapkan MAN 2 Kota Malang sebagai madrasah penyumbang medali internasional terbanyak selama tiga tahun berturut-turut.

Dominasi itu juga berlanjut di level nasional. MAN 2 Kota Malang sukses menjadi Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama dua tahun berturut-turut, termasuk pada penyelenggaraan OPSI 2026.

Tak hanya unggul dalam kompetisi, jejaring internasional madrasah ini juga terus berkembang.

MAN 2 Kota Malang kini menjadi salah satu sekolah mitra dalam Program Bridge Australia, sebuah kemitraan pendidikan Indonesia-Australia yang membuka peluang kolaborasi global bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Rangkaian capaian tersebut semakin lengkap setelah MAN 2 Kota Malang resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi Indonesia, program strategis pemerintah untuk mencetak sekolah-sekolah unggulan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berdaya saing global.

Samsudin juga mengungkapkan bahwa prestasi internasional siswa MAN 2 Kota Malang terus bertambah.

“Baru tiga hari lalu siswa kami menyelesaikan International Chemistry Olympiad (IChO) di Uzbekistan dan berhasil meraih medali perunggu atas nama Ananda Khasan,” ungkapnya.

Selain itu, seorang siswa MAN 2 Kota Malang juga berhasil meraih medali perak dalam kompetisi riset internasional di Lithuania.

Prestasi tersebut menjadi salah satu bekal yang mengantarkannya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Estafet prestasi internasional pun belum berhenti. Salah seorang siswi, Salma, dijadwalkan mengikuti Olimpiade Internasional JINR di Italia.

Sementara itu, tim MAN 2 Kota Malang juga tengah mempersiapkan diri menghadapi International Junior Science Olympiad (IJSO) Global yang akan berlangsung di London pada 2–6 Oktober mendatang.

Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga kompetitif di bidang sains, riset, teknologi, dan inovasi di tingkat dunia.

Penetapan sebagai Sekolah Garuda Transformasi Indonesia menjadi tonggak baru bagi MAN 2 Kota Malang untuk memperkuat perannya sebagai pusat lahirnya generasi muda Indonesia yang berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing di panggung global. (Djoko W.)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan