Episode 1: Sri Untari Meneladani Ken Dedes, Perempuan Visioner Penjaga Peradaban Nusantara

MALANGPARIWARA.COM – Di ruang kerjanya di Kantor Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Kota Malang, sosok Sri Untari Bisowarno tak hanya dikenal sebagai Ketua Koperasi SBW, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, maupun kader PDI Perjuangan. Di balik perjalanan kepemimpinannya, ia menyimpan kekaguman mendalam terhadap seorang perempuan yang diyakininya telah memberi warna besar dalam sejarah Nusantara, yakni Ken Dedes.

Bagi Sri Untari, Ken Dedes bukan sekadar tokoh legenda yang dikenal karena paras cantiknya. Lebih dari itu, perempuan yang menjadi permaisuri Ken Arok tersebut merupakan simbol kepemimpinan, keteguhan hati, dan kekuatan perempuan dalam melahirkan peradaban besar.

Dalam wawancara eksklusif di Kantor Koperasi SBW, Jumat (24/7/2026), Sri Untari mengungkapkan bahwa nilai paling berharga dari sosok Ken Dedes adalah visi besarnya dalam membentuk generasi pemimpin.

“Yang saya kagumi bukan semata kecantikannya, tetapi kekuatan batin, kecerdasan, dan kemampuannya melahirkan serta membentuk generasi yang kemudian membangun peradaban besar di Nusantara. Itulah yang saya jadikan teladan,” ujarnya.

Menurut Sri Untari, sejarah membuktikan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh para raja atau pemimpin laki-laki.

Di balik lahirnya tokoh-tokoh besar, selalu ada perempuan tangguh yang menanamkan karakter, nilai kehidupan, dan visi masa depan kepada generasi penerusnya.

Karena itu, ia memandang Ken Dedes sebagai representasi perempuan visioner yang mampu melampaui zamannya.

Dari keteladanan dan pengaruhnya lahir generasi yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan Kerajaan Singhasari hingga Majapahit, dua kerajaan yang meletakkan fondasi kejayaan Nusantara.

Nilai-nilai itulah yang terus dihidupkan Sri Untari dalam membangun Koperasi Setia Budi Wanita.

Baginya, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga ruang pendidikan yang mendorong perempuan menjadi pribadi mandiri, berintegritas, serta memiliki keberanian bermimpi dan memimpin.

“Kami ingin perempuan memiliki kemandirian ekonomi sekaligus visi yang besar. Perempuan harus mampu menjadi penggerak keluarga, masyarakat, bahkan bangsa. Semangat itulah yang saya pelajari dari Ken Dedes,” tuturnya.

Sri Untari menilai perempuan Indonesia saat ini memiliki ruang yang semakin luas untuk berkiprah di berbagai bidang. Namun, kesempatan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri melalui pendidikan, penguatan integritas, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Ia berharap semakin banyak perempuan menjadikan tokoh-tokoh besar dalam sejarah sebagai sumber inspirasi, bukan sekadar cerita masa lalu.

Menurutnya, keteladanan para perempuan hebat itu tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Ken Dedes mengajarkan bahwa perempuan yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat. Dari generasi yang kuat itulah akan lahir bangsa yang besar,” pungkasnya.

Serial “Perempuan Hebat Inspirasi Sri Untari” ini akan berlanjut dengan mengulas sejumlah tokoh perempuan yang turut membentuk cara pandang dan kepemimpinan Sri Untari Bisowarno, di antaranya Gayatri Rajapatni, R.A. Kartini, Dewi Sartika, Ratu Sima, Tribhuwana Tunggadewi, Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, Ratu Kalinyamat, hingga Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Setiap episode akan mengupas nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian yang diwariskan para tokoh tersebut bagi perempuan Indonesia masa kini.( Djoko W)