MALANGPARIWARA.COM – Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang menggelar Rapat Pertemuan Kelompok Dua Puluh (K2D) rutin bulanan di Aula Lantai 3 Kantor Koperasi SBW, Jalan Raden Intan No. 108, Kota Malang, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 260 peserta ini membahas perkembangan usaha, kelembagaan, keuangan, serta penguatan layanan digital.
Rapat dipimpin Ketua Umum Kopmen SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., dan dihadiri jajaran pengurus, pengawas, Petugas Pendamping Lapangan (PPL), Penanggung Jawab Kelompok (PJ), kepala seksi, serta koordinator usaha.
K2D menjadi forum penyampaian informasi dari pengurus kepada para PJ untuk diteruskan kepada anggota di kelompok masing-masing.
Materi yang dibahas mencakup perkembangan usaha, kondisi keuangan, keanggotaan, dan operasional toko.
Salah satu agenda adalah sosialisasi layanan digital SAMKOPI (Samsat Koperasi) dan Fastpay yang disampaikan Andri.
Sosialisasi berlangsung sekitar satu jam dan ditujukan untuk memberikan pemahaman teknis kepada PJ terkait penggunaan layanan tersebut.
Dalam arahannya, Sri Untari menekankan peran PJ dalam meningkatkan keterlibatan anggota dalam kegiatan dan musyawarah kelompok.
“Ibu-ibu PJ adalah garda yang tangguh dalam membantu lembaga meningkatkan keterlibatan dan partisipasi aktif anggota pada setiap musyawarah kelompok,” ujar Sri Untari.

Pada kegiatan tersebut, pengurus juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa tugas PJ dan PPL periode September. Acara diawali dengan doa bersama untuk jajaran PJ yang sedang sakit atau mengalami musibah.
Laporan Usaha, Keuangan dan Kelembagaan
Pemaparan bidang usaha dan keuangan disampaikan Hj. Sudiastuti, Dra. Jujun Harjuni, M.M., dan Tri Retno Ririn, S.E. Sementara laporan bidang kelembagaan disampaikan Mirna Anggraini, S.E., I Gusti Ayu, S.K.M., dan Benedecta, S.Sos., M.AP.
Pengawas juga menyampaikan evaluasi terkait operasional dan kinerja keuangan koperasi.
Dari pembahasan tersebut, setiap kelompok diminta menyusun prediksi capaian omzet untuk satu tahun ke depan. Pengurus juga menampung masukan anggota terkait kelembagaan dan pelayanan.
Rapat kemudian ditutup dengan diskusi interaktif. Peserta menyampaikan sejumlah masukan yang berkaitan dengan operasional dan pengembangan koperasi.
Melalui K2D, pengurus dan kelompok anggota melakukan evaluasi rutin sekaligus menyampaikan target dan kebijakan yang perlu ditindaklanjuti di tingkat kelompok.(Djoko W)






