Dekan FK UB Buka Penmas 2026 di Desa Permanu, Ratusan Mahasiswa Siap Mengabdi Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

MALANGPARIWARA.COM, Kabupaten Malang – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), secara resmi membuka Apel Pengabdian kepada Masyarakat (Penmas) FK UB 2026 di Lapangan Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Askara Cakra Sokantara, Menggerakkan Cahaya, Mengabdi Bersama” tersebut berlangsung selama tiga hari, 25–27 Juli 2026, dengan melibatkan sekitar 400 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UB yang akan melaksanakan berbagai program pelayanan dan edukasi kesehatan di Desa Permanu dan Desa Karangpandan.

Foto bareng tamu undangan dengan peserta Penmas.(Djoko W)
Foto bareng tamu undangan dan peserta Penmas.(Djoko W)

Pembukaan Penmas turut dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Pakisaji, Kepala Desa Permanu beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta civitas akademika FK UB.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), (Djoko W)

Kepada wartawan Prof. Wisnu Barlianto menegaskan bahwa Penmas merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian akhir dari rangkaian Program Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2Maba) bagi mahasiswa angkatan 2025.

Menurutnya, Penmas tahun ini melibatkan tiga program studi, yakni Kedokteran, Farmasi, dan Kebidanan, sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat.

“Mahasiswa yang mengikuti Penmas berasal dari Program Studi Kedokteran, Farmasi, dan Kebidanan. Dengan kolaborasi ini, kegiatan yang dilakukan akan lebih lengkap dan komprehensif,” ujar Prof. Wisnu.

Ia menjelaskan, Penmas bukan sekadar kegiatan seremonial atau insidental, melainkan program pengabdian berkelanjutan yang telah dirancang berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim FK UB telah melakukan survei lapangan dan mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di Desa Permanu dan Karangpandan.

Data tersebut menjadi dasar penyusunan program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Desa Permanu dan Desa Karangpandan,” katanya.

Prof. Wisnu juga menekankan bahwa pendidikan kedokteran tidak boleh terlepas dari realitas sosial masyarakat.

“Pendidikan tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari masyarakat. Mahasiswa harus belajar memahami realitas sosial, berkomunikasi, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat karena setelah lulus mereka akan kembali mengabdi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua I Penmas FK UB 2026, Muhammad Sabiq Samy, menjelaskan bahwa setelah apel pembukaan, para peserta langsung diterjunkan ke sejumlah lokasi kegiatan di desa.

“Kegiatan kami lebih terfokus pada bidang kesehatan. Setelah pembukaan, peserta langsung bergerak ke beberapa lokasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa Program Studi Kebidanan memberikan edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak, sedangkan mahasiswa Farmasi mengadakan pelatihan pembuatan aromaterapi sebagai media relaksasi.

Di sisi lain, mahasiswa Kedokteran melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan perundungan (bullying), serta berbagai isu kesehatan anak.

Pada malam pertama, rangkaian Penmas diisi dengan kajian akbar di Masjid Nur Hidayah yang diikuti masyarakat Desa Permanu, Desa Karangpandan, serta seluruh peserta Penmas.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pelayanan kesehatan melalui pengobatan gratis di GOR Sinduwangso dan SD Negeri 01 Permanu.

Pelayanan tersebut melibatkan dokter, bidan, dan apoteker yang memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pengecekan tekanan darah, konsultasi medis, hingga pemberian obat secara cuma-cuma sesuai kebutuhan pasien.

FK UB juga menyiapkan layanan kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga yang tidak memungkinkan datang ke lokasi pelayanan kesehatan.

“Dalam kegiatan tersebut dokter bersama peserta akan mendatangi rumah warga yang memang membutuhkan pelayanan kesehatan. Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan obat dan edukasi kesehatan secara langsung,” jelas Sabiq.

Pada malam kedua, peserta dan masyarakat akan mengikuti malam keakraban yang dimeriahkan penampilan Sanggar Tari Desa Permanu serta pertunjukan seni mahasiswa FK UB sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menerima para mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Selama mengikuti Penmas, seluruh mahasiswa tinggal di rumah-rumah warga. Pola ini diharapkan mampu membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami kehidupan masyarakat pedesaan.

Pemilihan Desa Permanu sebagai lokasi Penmas didasarkan pada hasil riset internal FK UB yang didukung data kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Wilayah tersebut dinilai masih membutuhkan peningkatan akses serta pelayanan kesehatan.
Melalui Penmas 2026, FK UB berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter calon tenaga kesehatan yang memiliki kepedulian sosial, profesionalisme, serta semangat mengabdi sejak dini.

Kades permanu (Djoko W)

Kepala Desa Permanu, Edi Suharmaji, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FK UB menjadikan desanya sebagai lokasi pelaksanaan Penmas.

“Kami berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya membawa dampak positif bagi warga kami, tetapi juga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi adik-adik mahasiswa dalam memahami langsung realitas kehidupan masyarakat di pedesaan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengimplementasikan ilmu yang dimiliki sekaligus membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Permanu dan Karangpandan.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini seluas-luasnya. Mari adik-adik aplikasikan ilmu yang dimiliki untuk kemajuan desa kita,” pungkasnya.(Djoko W)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan