MALANGPARIWARA.COM – Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan insan pers dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya dinamika kehidupan sosial, ruang dialog yang terbuka, komunikasi yang sehat, serta penyampaian informasi yang bertanggung jawab menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos., Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, pemerintah dan media memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya diukur dari kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen bangsa untuk membangun dialog yang konstruktif dalam menyikapi berbagai persoalan.
“Dialog dan kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Pemerintah Kota Malang selalu terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun insan pers sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Nur Widianto.
Menurutnya, media massa memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Informasi yang disampaikan secara profesional tidak hanya memberikan pemahaman kepada publik mengenai berbagai kebijakan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral dan etika.
Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi sumber perpecahan yang mengganggu kehidupan bermasyarakat.
“Setiap perbedaan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Justru melalui komunikasi yang terbuka dan dialog yang konstruktif, kita dapat menemukan solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat,” katanya.
Nur Widianto menilai sinergi antara pemerintah, pers, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.
Ketika komunikasi dibangun atas dasar keterbukaan dan saling menghormati, kepercayaan publik terhadap institusi maupun media akan semakin kuat.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari media massa, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga masyarakat luas untuk terus menjaga budaya dialog sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Menurutnya, kolaborasi yang positif akan melahirkan ruang publik yang kondusif sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman.
“Pemerintah, pers, dan masyarakat harus terus berjalan bersama. Semangat kolaborasi harus selalu diutamakan agar demokrasi tetap tumbuh sehat, informasi tersampaikan secara benar, dan persatuan bangsa tetap terjaga,” tegasnya.
Komitmen membangun komunikasi yang terbuka tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Dengan demikian, pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam mengawal pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik.(Djoko W)






