Belasan Mahasiswa CoE BIPA UMM Ditugaskan Mengajar di Vietnam dan Thailand

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprah internasional melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Sebanyak 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dipercaya menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi ternama di kawasan ASEAN, yakni Open University dan Srinakharinwirot University.

Para mahasiswa tersebut akan menjalankan tugas mengajar selama dua bulan sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus promosi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global.

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM, M. Isnaini, menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang.

Sebanyak 10 mahasiswa diberangkatkan lebih dahulu ke Open University di Vietnam pada 18 Juni 2026, sedangkan lima mahasiswa lainnya dijadwalkan berangkat ke Srinakharinwirot University, Thailand, pada Agustus mendatang.

“Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran program tersebut, UMM memberikan berbagai fasilitas bagi para mahasiswa selama menjalankan tugas di luar negeri.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan tempat tinggal serta sejumlah kebutuhan penunjang kegiatan mengajar yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing negara tujuan.

“Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, termasuk beberapa kebutuhan persiapan kegiatan. Nominal dukungan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” jelas Isnaini.

Menurutnya, program internasional ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar secara langsung kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kompetensi sebagai pengajar BIPA yang profesional.

Lebih dari itu, para mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai duta bahasa dan budaya Indonesia di lingkungan internasional.

“Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menyampaikan apresiasi atas semangat dan keberanian para mahasiswa yang mengambil kesempatan untuk berkiprah di tingkat internasional.

Ia berpesan agar para peserta program senantiasa menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang ramah, santun, dan terbuka terhadap keberagaman budaya.

Menurutnya, pengalaman mengajar di perguruan tinggi luar negeri akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan pedagogik, tetapi juga memperluas wawasan global dan memperkuat kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi internasionalisasi UMM dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Melalui penugasan mahasiswa sebagai tutor BIPA di berbagai negara, UMM terus memperkuat perannya dalam memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus memperluas jejaring akademik di kawasan ASEAN.(Djoko W)